Warga Israel Berdandan ala Muslim untuk Bisa Masuk Kompleks Al-Aqsa
Rabu, 15 Desember 2021 - 11:29 WIB
loading...
Komplek masjid Al-Aqsa. FOTO/Anadolu Agency
A
A
A
YERUSALEM - Sejumlah orang Yahudi Israel dilaporkan kerap menyamar sebagai Muslim untuk bisa menyelinap masu ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang diduduki, lapor berita Channel 13 Israel.
Organisasi ekstrem Israel Returning to the Mount, yang mempromosikan masuknya orang Yahudi ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan, yang memperingatkan bahwa tindakan mereka dapat memicu kekerasan di tempat suci umat Islam.
Baca: Miss Universe Thailand Sambangi Al-Aqsa, Picu Kemarahan Warga Palestina
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu "Gunung Kuil". Mereka juga mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Raphael Morris, kepala kelompok Returning to the Mount, mengatakan kepada Channel 13, kelompok itu menekankan untuk tampil seperti orang Arab agar tidak menimbulkan kecurigaan penjaga Masjid Al-Aqsa atau Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania, yang mengawasi tempat-tempat suci di Yerusalem.
Yisrael, seorang instruktur, diperlihatkan dalam cuplikan yang disiarkan oleh Channel 13 mengajari anggota ekstrem kelompok itu bagaimana melakukan posisi salat kaum Musli, sambil diam-diam membacakan liturgi Yahudi.
Baca: Kepala Gereja Yerusalem Kecam Keputusan Israel Izinkan Yahudi Berdoa di Masjid Al-Aqsa
Organisasi ekstrem Israel Returning to the Mount, yang mempromosikan masuknya orang Yahudi ke dalam kompleks Masjid Al-Aqsa, memicu kekhawatiran di kalangan pejabat keamanan, yang memperingatkan bahwa tindakan mereka dapat memicu kekerasan di tempat suci umat Islam.
Baca: Miss Universe Thailand Sambangi Al-Aqsa, Picu Kemarahan Warga Palestina
Masjid Al-Aqsa adalah situs tersuci ketiga di dunia bagi umat Islam. Orang-orang Yahudi menyebut daerah itu "Gunung Kuil". Mereka juga mengklaim bahwa itu adalah situs dari dua kuil Yahudi di zaman kuno.
Raphael Morris, kepala kelompok Returning to the Mount, mengatakan kepada Channel 13, kelompok itu menekankan untuk tampil seperti orang Arab agar tidak menimbulkan kecurigaan penjaga Masjid Al-Aqsa atau Departemen Wakaf Islam yang dikelola Yordania, yang mengawasi tempat-tempat suci di Yerusalem.
Yisrael, seorang instruktur, diperlihatkan dalam cuplikan yang disiarkan oleh Channel 13 mengajari anggota ekstrem kelompok itu bagaimana melakukan posisi salat kaum Musli, sambil diam-diam membacakan liturgi Yahudi.
Baca: Kepala Gereja Yerusalem Kecam Keputusan Israel Izinkan Yahudi Berdoa di Masjid Al-Aqsa
Lihat Juga :