Pidato di Universitas Indonesia, Menlu AS Kecam Ulah Agresif China

Selasa, 14 Desember 2021 - 12:58 WIB
loading...
Pidato di Universitas...
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Antony Blinken mengecam ulah agresif China di Indo-Pasifik dalam pidatonya di Universitas Indonesia, Depok, Selasa (14/12/2021). Foto/Tangkapan layar YouTube US Department of State
A A A
JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken pada Selasa (14/12/2021) mengecam perilaku agresif China di kawasan Indo-Pasifik. Itu disampaikan dalam pidatonya di Universitas Indonesia (UI) di Depok.

Diplomat top Amerika itu memulai tur Asia Tenggara-nya dari Indonesia ketika Washington dan Beijing bersaing berebut pengaruh di Indo-Pasifik, terutama di kawasan Asia Tenggara.

Baca juga: Menlu AS Temui Jokowi, Begini Reaksi Media Komunis China

Pengaruh AS di Indo-Pasifik meredup akibat kebijakan Donald Trump saat menjabat sebagai presiden. Pemerintahan Presiden Joe Biden sekarang mencoba menegaskan kembali pengaruh Amerika.

Blinken, dalam pidatonya, mengatakan Amerika siap bekerja sama dengan sekutu dan mitranya untuk mempertahankan tatanan berbasis aturan dan setiap negara harus memiliki hak untuk memilih jalannya sendiri tanpa tekanan.

“Itulah mengapa ada begitu banyak kekhawatiran, [mulai] dari Asia Timur Laut hingga Asia Tenggara dan dari Sungai Mekong hingga Kepulauan Pasifik, tentang tindakan agresif Beijing," kata Blinken.

“Mengeklaim laut lepas sebagai miliknya. Mendistorsi pasar terbuka melalui subsidi kepada perusahaan milik negara. Menolak ekspor atau mencabut kesepakatan untuk negara-negara yang kebijakannya tidak disetujui," lanjut Blinken merinci apa yang dia sebut perilaku agresif China.

“Negara-negara di kawasan ini ingin perilaku ini berubah—kami juga melakukannya,” imbuh dia.

"Washington bertekad untuk memastikan kebebasan navigasi di Laut China Selatan," imbuh Blinken.

Menurutnya, apa yang dia sampaikan itu bukan tentang persaingan antara wilayah AS-sentris atau wilayah China-sentris. Dia menegaskan bahwa Indo-Pasifik adalah wilayahnya sendiri dan Washington ingin menghindari konflik di kawasan tersebut.

Seperti diketahui, China mengeklaim hampir seluruh perairan Laut China Selatan yang kaya sumber daya. Namun, empat negara Asia Tenggara serta Taiwan juga memiliki klaim yang tumpang tindih di kawasan serupa.

Baru-baru ini, wilayah Laut Natuna Utara milik Indonesia juga diusik China dengan klaim bahwa itu masuk wilayah milik Beijing.
Dasar klaim China adalah peta kuno "9 Dash Line" yang dibuat tahun 1940-an dan tidak diakui oleh pengadilan arbitrase internasional. Sedangkan dasar kepemilikan Indonesia adalah Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) 1982.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perwira Militer Israel...
Perwira Militer Israel yang Tewas Dibom di Lebanon Ternyata Pembunuh Bocah Gaza Hind Rajab
Rekomendasi
Paradoks Tata Kelola...
Paradoks Tata Kelola Batu Bara di Indonesia
Rupiah Menguat Tipis...
Rupiah Menguat Tipis dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Pramono Bangun Pedestrian...
Pramono Bangun Pedestrian Deck Dukuh Atas untuk Tingkatkan Konektivitas
Berita Terkini
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
6 Tentara Israel Tewas...
6 Tentara Israel Tewas dalam 3 Hari Terakhir Akibat Sergapan Hizbullah
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved