Wabah COVID-19 Merebak di Gereja Ortodoks, Kota Ukraina Ditutup

Kamis, 23 April 2020 - 00:35 WIB
loading...
Wabah COVID-19 Merebak...
Polisi Ukraina telah melarang lalu lintas manusia keluar masuk kota Pochayiv. Foto/Yahoo News
A A A
KIEV - Otoritas Ukraina menutup sebuah kota setelah wabah COVID-19 merebak di salah satu gereja ortodoks terbesar di Eropa Timur.

Polisi Ukraina telah melarang lalu lintas manusia keluar masuk kota Pochayiv. Pihak kepolisian juga menutup untuk umum gereja, yang berada di dalam kota namun dikelilingi oleh tembok kuno.

Ratusan orang termasuk Pastor telah terinfeksi virus Corona baru dan beberapa telah meninggal di kota tempat gereja ortodoks Pochayiv Lavra yang berusia 500 tahun berada.

Gereja Pochayiv Lavra adalah salah satu situs ziarah paling populer bagi umat Kristen Ortodoks di seluruh wilayah Eropa Timur.

Pihak berwenang juga telah menyegel tempat suci Ortodoks kuno lainnya.

Sekitar 150 orang terjangkit virus COVID-19 di Kyiv-Pechersk Lavra, salah satu gereja Ortodoks paling terkenal di Ukraina dan Rusia.

Gereja Pochayiv Lavra adalah milik Gereja Ortodoks Rusia cabang Ukraina. Ratusan ribu jamaah mengunjunginya setiap tahun dari Polandia, Moldova, Rusia, Belarus, dan Bulgaria.

Pihak otoritas gereja menyangkal telah terjadi wabah, tetapi sampai akhir Maret lalu Presiden Moldova, Igor Dodon, mengatakan para jamaah yang telah mengunjungi gereja itu telah terinfeksi COVID-19.

Kota Pochayiv memiliki populasi 8.000 orang dan diperkirakan para Pastor akan melakukan kontak dengan banyak penduduk.

Pemerintah Ukraina belum memiliki akses ke lokasi untuk melakukan pengujian. Tetapi, seiring berjalannya waktu, muncul desas-desus bahwa semakin banyak biarawan yang terinfeksi dan meninggal.

Gereja menyangkal hal itu. Tetapi situasinya berubah minggu lalu ketika empat Pastor yang tinggal di kota itu dinyatakan positif terkena virus Corona.

Sebelum akhir pekan Paskah Ortodoks, pemerintah daerah mendesak Pochayiv Lavra untuk menutup pintunya bagi umum yang ingin liburan, menjelaskan bahwa gereja telah menginfeksi orang yang tinggal di sana.

Namun, ratusan orang nekat datang berkunjung dengan menentang larangan polisi.

Pada 20 April, dilaporkan 13 pasien virus Corona baru didiagnosis di kota itu, termasuk para Pastor yang telah mengunjungi gereja. Seorang wanita berusia 43 tahun telah meninggal.

"Pemerintah daerah telah membuat keputusan untuk sepenuhnya memblokir kota itu dari 22 April," kata Volodymyr Stefanskyi, kepala dewan, seperti dikutip dari BBC, Kamis (23/4/2020).

Para pemimpin Gereja Lavra menyangkal mereka diserang wabah. Tetapi pada hari Selasa gereja itu mengatakan kepada para jamaah: "Bawalah anak-anak, kalian semua harus meninggalkan Lavra. Tidak ada yang boleh berjalan melewati wilayah itu. Jika tidak, akan ada masalah besar."

Gereja telah menyediakan pekerjaan bagi banyak warga di Pochayiv sehingga diduga pihak berwenang enggan memberikan tekanan kepada para pemimpinnya.

Lebih dari 80% orang Ukraina menganggap diri mereka penganut Kristen Ortodoks.
(ber)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Penampakan Mengerikan...
Penampakan Mengerikan 'Hujan Minyak Hitam' di Langit Moskow akibat Serangan Terbesar Ukraina
Sukhoi Su-47 Fondasi...
Sukhoi Su-47 Fondasi Teknologi Jet Tempur Generasi Berikutnya
Kematian Akibat Wabah...
Kematian Akibat Wabah Ebola di RD Kongo Tembus 200 Orang
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Ketua BEM FH Abdimaludin...
Ketua BEM FH Abdimaludin Akui Terima Uang Rp20 Juta dari Alumni, Diberikan oleh Polisi
Momen Haru, Sarwendah...
Momen Haru, Sarwendah Antar Anak Temui Ruben Onsu Jelang Berangkat Umrah
Gus Falah Desak Pelaku...
Gus Falah Desak Pelaku Penyekapan dan Penyiksaan Brutal Wanita di Bandung Dihukum Seberat-Beratnya
Berita Terkini
Netanyahu Ingin Israel...
Netanyahu Ingin Israel Bebaskan Diri dari Ketergantungan Persenjataan pada AS
Iran Bisa Terima Rp894...
Iran Bisa Terima Rp894 Triliun dalam Bentuk Keringanan Sanksi sesuai Kesepakatan Akhir
AS Mediasi Perundingan...
AS Mediasi Perundingan Lebanon-Israel, Bahas Kemungkinan Penarikan Zionis dari Lebanon Selatan
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved