Melalui Media, China, Rusia, dan Iran Tertawakan Demo Antirasisme di AS

Senin, 08 Juni 2020 - 13:47 WIB
loading...
Melalui Media, China,...
Tiga negara musuh bebuyutan Amerika menertawakan aski demo antirasisme di AS melalui media lokal mereka. Foto: dok/Reuters
A A A
BEIJING - China, Rusia, dan Iran yang dikenal sebagai musuh bebuyutan Amerika Serikat (AS) , kini menertawakan Washington atas insiden demonstran antirasisme. Itu bisa ditunjukkan dalam berbagai media-media China, Rusia, dan Iran yang cenderung menertawakan apa yang terjadi di AS.

Firma penelitian Graphika mengeluarkan kajian berdasarkan volume media sosial dan media massa dengan menggunakan kecerdasan buatan bahwa media massa di China, Rusia, dan Iran memberitakan kerusuhan antirasisme di AS. Itu sebagai bentuk serangan pada AS yang kerap menyerang laporan hak asasi manusia (HAM) di negara tersebut. “Media massa dan pengguna media sosial di tiga negara tersebut menarasikan apa yang terjadi di AS,” dengan laporan Graphika dilansir NBC News.

Graphika menyebut, tujuan utama China adalah mendiskreditkan apa yang terjadi di AS saat ini dan membandingkan dengan kerusuhan di Hong Kong. Kalau Iran memiliki tujuan untuk mengejek AS karena memberlakukan sanksi. “Media Rusia fokus melaporkan fakta demonstrasi dan kerusuhan,” demikian keterangan Graphika. (Baca: Mayoritas Warga Amerika Bilang AS Sudah Tak Terkendali)

Sementara itu, editorial People’s Daily menyebut kerusuhan dan reaksi pejabat AS menunjukkan standar ganda. “AS telah merusak lingkungan politik,” tulis media milik pemerintah itu. Itu berkaitan ketika aksi demonstrasi di AS, para pejabat justru mengancam akan memberlakukan sanksi bagi Hong Kong yang akan menerapkan undang-undang keamanan baru.

Kemudian media Pemerintah China lainnya, Global Times, membandingkan respons AS terhadap protes atas kematian George Floyd dengan dukungan Washington sebelumnya kepada para pengunjuk rasa Hong Kong, mengingatkan para pembaca bahwa para politisi AS menggambarkan demo di Hong Kong sebagai “pemandangan indah” demokrasi.

Pemimpin redaksi Global Times, Hu Xijin mengatakan, kekacauan di Hong Kong yang berlangsung lebih dari setahun dan tidak ada tentara dikerahkan. “Tapi, baru tiga hari terjadi kekacauan di Minnesota, Trump secara terbuka mengancam penggunaan senjata api dan menyiratkan akan mengerahkan pasukan militer,” sindirnya dilansir BBC. (Baca juga: Dikepung Militer, Area Gedung Putih Mirip Zona Perang)

Media-media di Rusia pun sama dengan fokus memberitakan kerusuhan dan kekerasan di AS. Wartawan Rusia, Dmitry Kiselyov mengatakan, jika hal yang mirip terjadi di Rusia, AS dan negara-negara lainnya akan segera menerapkan “sanksi yang baru” terhadap Moskow. “Mengapa Washington mencoba untuk mengajari planet ini bagaimana untuk hidup, ketika itu tidak hanya memiliki adegan kekerasan dan kebrutalan, tetapi korban tewas terbesar akibat virus corona,” katanya.

Segera setelah demonstrasi atas kematian George Floyd dimulai di AS, kantor berita Iran, Fars, menerbitkan komentar yang menyerukan Presiden Trump untuk menegakkan kewajiban Amerika di bawah hukum internasional untuk melindungi komunitas kulit hitamnya. “AS mencaci negara-negara lain atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia,” demikian laporan Fars. Media itu menyatakan, AS secara konsisten dan sengaja menolak mengakui serta menangani sejarah suramnya sendiri atas pelanggaran hak asasi manusia.

Senator dari Partai Republik Marco Rubio mengatakan, aktivitas media sosial meningkat di tiga negara, seperti China, Rusia, dan Iran yang menyoroti demonstrasi di AS. “Mereka tidak menciptakan perpecahan, tetapi cenderung mendukung kekerasan,” katanya. (Baca juga: Hati-hati, Ternyata Kucing Mudah Terinfeksi Covid-19)

Namun demikian, Graphika menyebutkan tidak menemukan adanya upaya intervensi asing dalam aksi kerusuhan tersebut. “Tidak ada juga disinformasi tentang kerusuhan AS di media massa di tiga negara tersebut,” katanya. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Menhan Negara NATO Salahkan...
Menhan Negara NATO Salahkan Trump atas Penutupan Selat Hormuz
AS Kerahkan Sistem Rudal...
AS Kerahkan Sistem Rudal Canggih Typhon ke Jepang, Dapat Menargetkan China
Gunakan Mode Autopilot,...
Gunakan Mode Autopilot, Mobil Tesla Ini Malah Tabrak Rumah dan Tewaskan Penghuninya
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Australia Beri Peringatan:...
Australia Beri Peringatan: El Nino Kali Ini Akan Jadi yang Terkuat dalam Tujuh Dekade
Perjanjian Damai dengan...
Perjanjian Damai dengan Iran Terancam Batal gegara Israel, Begini Tanggapan AS
Rekomendasi
Rahasia Keutamaan Puasa...
Rahasia Keutamaan Puasa Asyura, Ibadah Sunnah yang Sangat Dianjurkan Rasulullah SAW
Kadis Pertanian Merauke:...
Kadis Pertanian Merauke: CSR dan Optimasi Lahan Berhasil Tingkatkan Produksi dan Stabilkan Harga Beras
Tokocrypto Resmi Bergabung...
Tokocrypto Resmi Bergabung ke Ekosistem ICEX Group, Proses Migrasi Lima PAKD Selesai
Berita Terkini
Penembakan Guncang Lingkungan...
Penembakan Guncang Lingkungan Yahudi Montreal, 3 Orang Tewas, Termasuk Pelaku
Iran Dapat Rp5.360 Triliun...
Iran Dapat Rp5.360 Triliun Jadi Inti Kesepakatan dengan AS, tapi Siapa yang Bayar?
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved