Polemik UU Keamanan, Hong Kong Jamin Tidak Akan Diintervensi Beijing
Senin, 08 Juni 2020 - 12:55 WIB
loading...
A
A
A
Kemudian Standard Chartered juga mendukung langkah HSBC. “Kita yakin UU keamanan nasional bisa membantu mempertahankan ekonomi jangka panjang dan stabilitas sosial di Hong Kong,” demikian pernyataan Standard Chartered. Mereka menyatakan, prinsip “satu negara, dua sistem” merupakan hal utama pada kesuksesan masa depan Hong Kong. (Baca juga: Peselancar Australia Tewas Diserang Hiu)
Hal berbeda justru ditunjukkan bank investasi Jepang Nomura yang mempertimbangkan akan hengkang dari Hong Kong. Bank memang merepresentasikan negara dan kerap masuk ranah dalam debat politik. Dengan hadirnya UU keamanan nasional Hong Kong itu dianggap sebagai akhir kebebasan berekspresi.
“Situasi saat ini (di Hong Kong) tidak sama dengan apa yang seharusnya,” kata CEO Nomura, Kentaro Okuda dalam wawancara dengan FT. Namun, dia tetap menganggap Hong Kong sebagai pusat keuangan di luar Jepang.
UU keamanan Hong Kong baru mengatur makar, subversi, terorisme, dan intervensi asing sebagai tindakan kriminal. Para penduduk Hong Kong khawatir jika UU itu akan mengekang kebebasan berekspresi dan hak untuk berdemonstrasi. China menganggap hal tersebut sebagai subversi. Masyarakat Hong Kong juga khawatir jika China bisa mengatur keamanan di wilayah itu. (Andika H Mustaqim)
Hal berbeda justru ditunjukkan bank investasi Jepang Nomura yang mempertimbangkan akan hengkang dari Hong Kong. Bank memang merepresentasikan negara dan kerap masuk ranah dalam debat politik. Dengan hadirnya UU keamanan nasional Hong Kong itu dianggap sebagai akhir kebebasan berekspresi.
“Situasi saat ini (di Hong Kong) tidak sama dengan apa yang seharusnya,” kata CEO Nomura, Kentaro Okuda dalam wawancara dengan FT. Namun, dia tetap menganggap Hong Kong sebagai pusat keuangan di luar Jepang.
UU keamanan Hong Kong baru mengatur makar, subversi, terorisme, dan intervensi asing sebagai tindakan kriminal. Para penduduk Hong Kong khawatir jika UU itu akan mengekang kebebasan berekspresi dan hak untuk berdemonstrasi. China menganggap hal tersebut sebagai subversi. Masyarakat Hong Kong juga khawatir jika China bisa mengatur keamanan di wilayah itu. (Andika H Mustaqim)
(ysw)
Lihat Juga :