Iran: Pembicaraan Perjanjian Nuklir di Wina Tanpa Kemajuan Signifikan

Minggu, 05 Desember 2021 - 02:00 WIB
loading...
A A A
Dalam pernyataan sehari sebelum negosiasi, Kani mengumumkan: "Tujuan pertama Teheran dalam negosiasi adalah untuk menghapus semua sanksi yang dikenakan padanya." Dia mencatat bahwa negaranya: "Siap untuk berdialog atas dasar memperoleh jaminan nyata," menurut Kantor Berita Iran Mehr.

Baca: Licik, Mossad Tipu Para Ilmuwan Iran untuk Bantu Ledakkan Fasilitas Nuklir

Enam putaran pembicaraan diadakan antara Iran dan kekuatan internasional utama di Wina antara April dan Juni, dalam upaya untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir.

Negosiasi yang diadakan di bawah naungan UE bertujuan untuk mengembalikan AS ke kesepakatan yang ditarik oleh pemerintahan mantan Presiden Donald Trump. Pemerintah memberlakukan kembali sanksi keras terhadap Iran untuk mendorongnya mematuhi komitmen internasionalnya yang berkaitan dengan program nuklir.

Teheran bersikeras pada pencabutan sanksi AS sebelum kembali ke komitmen nuklirnya, yang ditinggalkannya selama beberapa tahun terakhir, segera setelah Washington menarik diri dari kesepakatan yang dicapai selama pertemuan Wina pada 14 Juli 2015.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Iran Tuduh NATO Terlibat...
Iran Tuduh NATO Terlibat Perang Gabungan AS-Israel Gara-gara Pengakuan Sekjen Mark Rutte
Trump Caci Maki Netanyahu:...
Trump Caci Maki Netanyahu: Semua Orang Yahudi Muak Denganmu!
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Gempa Venezuela: Korban...
Gempa Venezuela: Korban Tewas Melonjak Jadi 164 Orang, Hampir 1.000 Lainnya Luka
Rekomendasi
Rekomendasi Short Drama...
Rekomendasi Short Drama China, First Marriage Bliss Tayang di V+Short
Prabowo: 4 Kali Saya...
Prabowo: 4 Kali Saya Kalah, tapi Tidak Mengganggu Pemimpin yang Dapat Mandat
Blusukan ke Lampung,...
Blusukan ke Lampung, Jokowi: Saya Hadir untuk PSI
Berita Terkini
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Tolak Klaim AS, Iran...
Tolak Klaim AS, Iran Tegaskan Aset yang Dicairkan Tidak untuk Beli Produk Pertanian Amerika
Pemimpin Hizbullah Tegaskan...
Pemimpin Hizbullah Tegaskan Israel Harus Tinggalkan Lebanon Tanpa Syarat
Kim Jong-un Janji Kapal...
Kim Jong-un Janji Kapal Perang Korut Dilengkapi Senjata Nuklir, Momok bagi AS
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved