Selasa, Singapura Putuskan Nasib Penyandang Cacat Mental Asal Malaysia
Jum'at, 26 November 2021 - 17:05 WIB
loading...
Aksi solidaritas untyuk Nagaenthran K. Dharmalingam, pria cacat mental asal Malaysia yang divonis hukuman mati oleh pengadilan Singapura. Foto/Kolase/Sindonews
A
A
A
KUALA LUMPUR - Pengadilan tinggi Singapura akan memutuskan pada Selasa pekan depan tentang nasib terpidana mati asal Malaysia yang diduga mengalami cacat mental. Hal itu diungkapkan pihak keluarga dan kelompok hak asasi manusia.
Sidang di Pengadilan Tinggi Singapura semula dijadwalkan pada 10 November lalu, sehari sebelum Nagaenthran K. Dharmalingam dieksekusi dengan cara digantung karena mencoba menyelundupkan kurang dari 43 gram heroin ke negara tersebut. Namun sidang ditunda setelah terdakwa didiagnosis mengidap COVID-19 dalam kasus yang menarik perhatian internasional.
Baca juga: Terjangkit COVID-19, Singapura Tunda Eksekusi Pria Cacat Mental
Adiknya Nagaenthran K. Dharmalingam, Sarmila Dharmalingam mengatakan, dia telah diberitahu oleh seorang pengacara Malaysia bahwa sidang sekarang akan berlangsung pada hari Selasa.
Saudaranya Navinkumar Dharmalingam mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui kata kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Reprieve bahwa kondisi mental Nagaenthran telah sangat memburuk.
“Saya tidak berpikir dia punya ide bahwa dia akan dieksekusi. Dia sepertinya tidak mengerti sama sekali. Ketika saya mengunjunginya, dia berbicara tentang pulang ke rumah dan makan makanan rumahan bersama keluarga kami. Hati saya hancur karena dia sepertinya mengira dia akan pulang,” kata Navinkumar seperti dikutip dari AP, Jumat (26/11/2021).
Sidang di Pengadilan Tinggi Singapura semula dijadwalkan pada 10 November lalu, sehari sebelum Nagaenthran K. Dharmalingam dieksekusi dengan cara digantung karena mencoba menyelundupkan kurang dari 43 gram heroin ke negara tersebut. Namun sidang ditunda setelah terdakwa didiagnosis mengidap COVID-19 dalam kasus yang menarik perhatian internasional.
Baca juga: Terjangkit COVID-19, Singapura Tunda Eksekusi Pria Cacat Mental
Adiknya Nagaenthran K. Dharmalingam, Sarmila Dharmalingam mengatakan, dia telah diberitahu oleh seorang pengacara Malaysia bahwa sidang sekarang akan berlangsung pada hari Selasa.
Saudaranya Navinkumar Dharmalingam mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan melalui kata kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Inggris, Reprieve bahwa kondisi mental Nagaenthran telah sangat memburuk.
“Saya tidak berpikir dia punya ide bahwa dia akan dieksekusi. Dia sepertinya tidak mengerti sama sekali. Ketika saya mengunjunginya, dia berbicara tentang pulang ke rumah dan makan makanan rumahan bersama keluarga kami. Hati saya hancur karena dia sepertinya mengira dia akan pulang,” kata Navinkumar seperti dikutip dari AP, Jumat (26/11/2021).
Lihat Juga :