Taiwan Diundang Hadiri KTT Demokrasi, China: AS Lakukan Kesalahan
Kamis, 25 November 2021 - 01:38 WIB
loading...
A
A
A
Sejak menjabat, Biden dan Gedung Putih telah menegaskan kembali dukungan lama AS untuk kebijakan "satu China", yang secara resmi mengakui Beijing daripada Taipei, tetapi juga mengatakan AS sangat menentang upaya sepihak untuk mengubah status quo atau merusak perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan.
Baca juga: 9 Pesawat, Termasuk 2 Bomber Nuklir, China Serbu ADIZ Taiwan
Pada sisi lain, seorang juru bicara kantor kepresidenan Taiwan berterima kasih kepada Biden atas undangan KTT tersebut, dan mengatakan mereka akan menjadi kekuatan untuk kebaikan dalam masyarakat internasional.
“Taiwan akan bekerja sama dengan kuat dengan negara-negara yang berpikiran sama untuk melindungi nilai-nilai universal seperti kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia; dan juga menjaga perdamaian, stabilitas dan pembangunan regional,” kata juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Xavier Chang.
Selama pertemuan puncak virtual dengan Biden pekan lalu, pemimpin China, Xi Jinping, mengatakan Beijing tidak akan memiliki alternatif selain mengambil tindakan drastis jika "garis merah" mereka dilanggar. Pada bulan Agustus, tabloid media pemerintah China, Global Times, memperingatkan agar tidak mengundang presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke KTT tersebut, dan mengatakan AS harus menggunakan model APEC, mungkin yang dimaksudkan dengan itu adalah menyebut Taiwan sebagai “China Taipei”.
Editorial itu mengatakan kegagalan untuk melakukannya akan menjadi “eskalasi parah” yang tidak akan ditoleransi oleh Beijing.
Baca juga: Gara-gara Taiwan, China Kurangi Tingkat Hubungan Diplomatik dengan Lithuania
Baca juga: 9 Pesawat, Termasuk 2 Bomber Nuklir, China Serbu ADIZ Taiwan
Pada sisi lain, seorang juru bicara kantor kepresidenan Taiwan berterima kasih kepada Biden atas undangan KTT tersebut, dan mengatakan mereka akan menjadi kekuatan untuk kebaikan dalam masyarakat internasional.
“Taiwan akan bekerja sama dengan kuat dengan negara-negara yang berpikiran sama untuk melindungi nilai-nilai universal seperti kebebasan, demokrasi dan hak asasi manusia; dan juga menjaga perdamaian, stabilitas dan pembangunan regional,” kata juru bicara Kantor Kepresidenan Taiwan, Xavier Chang.
Selama pertemuan puncak virtual dengan Biden pekan lalu, pemimpin China, Xi Jinping, mengatakan Beijing tidak akan memiliki alternatif selain mengambil tindakan drastis jika "garis merah" mereka dilanggar. Pada bulan Agustus, tabloid media pemerintah China, Global Times, memperingatkan agar tidak mengundang presiden Taiwan Tsai Ing-wen ke KTT tersebut, dan mengatakan AS harus menggunakan model APEC, mungkin yang dimaksudkan dengan itu adalah menyebut Taiwan sebagai “China Taipei”.
Editorial itu mengatakan kegagalan untuk melakukannya akan menjadi “eskalasi parah” yang tidak akan ditoleransi oleh Beijing.
Baca juga: Gara-gara Taiwan, China Kurangi Tingkat Hubungan Diplomatik dengan Lithuania
Lihat Juga :