Dijuluki 'Anak Tuhan', Pendiri Gereja Paksa Gadis-gadis Berhubungan Intim Dengannya
Senin, 22 November 2021 - 14:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Rusia Dituduh Bakal Invasi Ukraina saat Musim Dingin
“Para korban menyiapkan makanan Quiboloy, membersihkan tempat tinggalnya, memberinya pijatan dan diminta untuk berhubungan seks dengan Quiboloy dalam apa yang oleh para pastoral disebut ‘tugas malam’,” kata Departemen Kehakiman AS dalam siaran pers, yang dilansir dari AFP, Senin (22/11/2021).
“Terdakwa Quiboloy dan administrator KOJC lainnya memaksa pastoral untuk melakukan ‘tugas malam’–yaitu, seks–dengan terdakwa Quiboloy di bawah ancaman pelecehan fisik dan verbal dan kutukan abadi.”
Dakwaan tersebut menuduh skema perdagangan seks berlangsung setidaknya selama 16 tahun hingga 2018.
"Para korban yang mematuhinya diberi makanan enak, kamar hotel mewah, perjalanan ke tempat-tempat wisata, dan pembayaran tunai tahunan yang didasarkan pada kinerja, dibayar dengan uang yang diminta oleh pekerja KOJC di Amerika Serikat," bunyi dokumen dakwaan.
Dakwaan tersebut merupakan pengembangan dari dakwaan sebelumnya dengan total sembilan terdakwa. Tiga di antaranya ditangkap di AS pada hari Kamis pekan lalu.
Quiboloy, yang memelihara tempat tinggal besar di Hawaii, Las Vegas, dan pinggiran kota Los Angeles yang megah, diperkirakan berada di Davao City, di Filipina, bersama dengan dua orang lainnya yang disebutkan dalam dakwaan.
“Para korban menyiapkan makanan Quiboloy, membersihkan tempat tinggalnya, memberinya pijatan dan diminta untuk berhubungan seks dengan Quiboloy dalam apa yang oleh para pastoral disebut ‘tugas malam’,” kata Departemen Kehakiman AS dalam siaran pers, yang dilansir dari AFP, Senin (22/11/2021).
“Terdakwa Quiboloy dan administrator KOJC lainnya memaksa pastoral untuk melakukan ‘tugas malam’–yaitu, seks–dengan terdakwa Quiboloy di bawah ancaman pelecehan fisik dan verbal dan kutukan abadi.”
Dakwaan tersebut menuduh skema perdagangan seks berlangsung setidaknya selama 16 tahun hingga 2018.
"Para korban yang mematuhinya diberi makanan enak, kamar hotel mewah, perjalanan ke tempat-tempat wisata, dan pembayaran tunai tahunan yang didasarkan pada kinerja, dibayar dengan uang yang diminta oleh pekerja KOJC di Amerika Serikat," bunyi dokumen dakwaan.
Dakwaan tersebut merupakan pengembangan dari dakwaan sebelumnya dengan total sembilan terdakwa. Tiga di antaranya ditangkap di AS pada hari Kamis pekan lalu.
Quiboloy, yang memelihara tempat tinggal besar di Hawaii, Las Vegas, dan pinggiran kota Los Angeles yang megah, diperkirakan berada di Davao City, di Filipina, bersama dengan dua orang lainnya yang disebutkan dalam dakwaan.
Lihat Juga :