Jenderal Irak: Penarikan Pasukan Tempur AS Tetap Dilakukan pada 31 Desember
Minggu, 21 November 2021 - 18:30 WIB
loading...
A
A
A
AS, atas undangan pemerintah Irak, memimpin koalisi internasional sejak 2014 untuk memerangi kelompok teror Daesh/ISIS, yang merebut hampir sepertiga wilayah Irak pada 2014. Namun, organisasi teroris itu dikalahkan oleh tentara Irak, dengan bantuan koalisi pimpinan AS, pada 2017.
Baca: Presiden Irak Minta Semua Pihak Tenang Sikapi Perhitungan Awal Pemilu
Penolakan Irak datang setelah faksi Kataeb Sayyid al-Shuhada, yang bersekutu dengan Teheran, mengatakan akan menyambut sukarelawan untuk bergabung dengan barisannya untuk memerangi pasukan Amerika setelah akhir tahun ini.
Selama beberapa bulan terakhir, pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak telah menjadi sasaran serangan rudal dan Washington sering menuduh faksi bersenjata yang setia kepada Iran bertanggung jawab.
Saat ini, ada sekitar 3.000 tentara, termasuk 2.500 pasukan AS, yang bertempur dalam koalisi anti-ISIS/ISIS. Kekuatan politik Irak telah menyerukan penarikan pasukan AS dari negara itu berdasarkan keputusan parlemen yang dikeluarkan pada 5 Januari 2020.
Baca: Presiden Irak Minta Semua Pihak Tenang Sikapi Perhitungan Awal Pemilu
Penolakan Irak datang setelah faksi Kataeb Sayyid al-Shuhada, yang bersekutu dengan Teheran, mengatakan akan menyambut sukarelawan untuk bergabung dengan barisannya untuk memerangi pasukan Amerika setelah akhir tahun ini.
Selama beberapa bulan terakhir, pangkalan militer yang menampung pasukan AS di Irak telah menjadi sasaran serangan rudal dan Washington sering menuduh faksi bersenjata yang setia kepada Iran bertanggung jawab.
Saat ini, ada sekitar 3.000 tentara, termasuk 2.500 pasukan AS, yang bertempur dalam koalisi anti-ISIS/ISIS. Kekuatan politik Irak telah menyerukan penarikan pasukan AS dari negara itu berdasarkan keputusan parlemen yang dikeluarkan pada 5 Januari 2020.
(esn)
Lihat Juga :