Via Surat Taliban Minta Kongres AS Cairkan Aset Afghanistan
Rabu, 17 November 2021 - 23:07 WIB
loading...
A
A
A
Muttaqi mengatakan Afghanistan menikmati pemerintahan yang stabil untuk pertama kalinya dalam lebih dari 40 tahun, periode yang dimulai dengan invasi oleh Uni Soviet pada 1979 dan berakhir dengan penarikan pasukan AS terakhir pada 31 Agustus.
Dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban memerintah Afghanistan dengan tangan besi, secara brutal melanggar hak asasi manusia atas nama hukum Islam, memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali pelanggaran yang sama oleh kelompok tersebut.
Taliban sejak kembali berkuasa berusaha keras untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa mereka berniat untuk melakukan hal-hal yang berbeda kali ini meskipun tidak ada menteri perempuan dalam kabinet yang diumumkan, dan anak perempuan masih dilarang kembali ke sekolah menengah.
"Langkah-langkah praktis telah diambil menuju pemerintahan yang baik, keamanan dan transparansi," tulis Muttaqi.
Baca juga: Taliban Klaim Telah Memiliki Pemerintahan Inklusif di Afghanistan
"Tidak ada ancaman yang diajukan ke kawasan atau dunia dari Afghanistan dan jalan telah dibuka untuk kerja sama yang positif," imbuhnya.
Muttaqi mengatakan warga Afghanistan memahami keprihatinan masyarakat internasional, tetapi perlu bagi semua pihak untuk mengambil langkah positif untuk membangun kepercayaan.
Dari tahun 1996 hingga 2001, Taliban memerintah Afghanistan dengan tangan besi, secara brutal melanggar hak asasi manusia atas nama hukum Islam, memicu kekhawatiran akan terjadinya kembali pelanggaran yang sama oleh kelompok tersebut.
Taliban sejak kembali berkuasa berusaha keras untuk meyakinkan masyarakat internasional bahwa mereka berniat untuk melakukan hal-hal yang berbeda kali ini meskipun tidak ada menteri perempuan dalam kabinet yang diumumkan, dan anak perempuan masih dilarang kembali ke sekolah menengah.
"Langkah-langkah praktis telah diambil menuju pemerintahan yang baik, keamanan dan transparansi," tulis Muttaqi.
Baca juga: Taliban Klaim Telah Memiliki Pemerintahan Inklusif di Afghanistan
"Tidak ada ancaman yang diajukan ke kawasan atau dunia dari Afghanistan dan jalan telah dibuka untuk kerja sama yang positif," imbuhnya.
Muttaqi mengatakan warga Afghanistan memahami keprihatinan masyarakat internasional, tetapi perlu bagi semua pihak untuk mengambil langkah positif untuk membangun kepercayaan.
Lihat Juga :