Korsel dan Indonesia Coba Selesaikan Masalah Jet Tempur KF-21/IF-21
Kamis, 11 November 2021 - 11:22 WIB
loading...
A
A
A
Indonesia, menurut laporan surat kabar JongAng Daily, meminta untuk mengurangi bagiannya dalam investasi pengembangan KF-21 sebesar 5 persen dan untuk transfer teknologi lebih dari yang ditetapkan dalam perjanjian awal.
Pengembangan KF-21 telah disebut sebagai proyek militer paling mahal dalam sejarah Korea Selatan, dengan banderol harga sekitar 8,5 triliun won (USD7,8 miliar) untuk pengembangannya saja.
Menurut perjanjian awal, sekitar 1,6 triliun won, atau 20 persen, harus dibayar oleh Indonesia.
Indonesia berencana memproduksi 48 unit jet tempur KF-21/IF-21 secara lokal setelah menerima satu prototipe dan data teknis.
Namun, Indonesia telah menunda pembayaran sejak paruh kedua tahun 2017.
Baca juga: Viral, Penduduk Malaysia Serbu Batuan Berkilau Mirip Emas di Proyek Jalan
Dalam kunjungan kenegaraan ke Korea pada September 2018, Presiden Indonesia Joko Widodo meminta kepada Presiden Moon Jae-in pengurangan 5 persen bagian Indonesia dari 20 persen menjadi 15 persen.
Kontribusi Indonesia yang sudah jatuh tempo saat ini mencapai 800 miliar won.
Pengembangan KF-21 telah disebut sebagai proyek militer paling mahal dalam sejarah Korea Selatan, dengan banderol harga sekitar 8,5 triliun won (USD7,8 miliar) untuk pengembangannya saja.
Menurut perjanjian awal, sekitar 1,6 triliun won, atau 20 persen, harus dibayar oleh Indonesia.
Indonesia berencana memproduksi 48 unit jet tempur KF-21/IF-21 secara lokal setelah menerima satu prototipe dan data teknis.
Namun, Indonesia telah menunda pembayaran sejak paruh kedua tahun 2017.
Baca juga: Viral, Penduduk Malaysia Serbu Batuan Berkilau Mirip Emas di Proyek Jalan
Dalam kunjungan kenegaraan ke Korea pada September 2018, Presiden Indonesia Joko Widodo meminta kepada Presiden Moon Jae-in pengurangan 5 persen bagian Indonesia dari 20 persen menjadi 15 persen.
Kontribusi Indonesia yang sudah jatuh tempo saat ini mencapai 800 miliar won.
Lihat Juga :