Turki Berhasil Uji Tembak Sistem Rudal Siper, Tandingan S-400 Rusia

Senin, 08 November 2021 - 14:16 WIB
loading...
Turki Berhasil Uji Tembak...
Misil yang ditembakkan oleh sistem pertahanan Siper Turki dalam sebuah uji coba. Sistem Siper diracang untuk menjadi pesaing sistem rudal S-400 buatan Rusia. Foto/DHA/via Daily Sabah
A A A
ANKARA - Turki telah berhasil menguji tembak sistem pertahanan rudal jarak Siper, seorang pejabat tinggi pertahanan mengatakan Sabtu. Media lokal melaporkan, senjata ini dirancang untuk menjadi pesaing sistem pertahanan rudal S-400 buatan Rusia.

Kepala Presidensi Industri Pertahanan (SSB), Ismail Demir, mengatakan sistem Siper direncanakan untuk masuk inventaris militer pada tahun 2023. Menurutnya, uji coba selanjutnya dari senjata pertahanan itu akan berlanjut.

Dia mengatakan Turki akan terus memproduksi senjata baru dan akan memiliki hingga enam sistem pertahanan udara yang berbeda.

Baca juga: Latihan Perang, Iran Sesumbar Siap Lawan AS dan Israel Sekaligus

Proyek Siper dipimpin oleh raksasa pertahanan Turki; Aselsan, Roketsan dan Lembaga Penelitian dan Pengembangan Industri Pertahanan (SAGE) dari Dewan Riset Ilmiah dan Teknologi Turki (TÜBITAK).

Dikembangkan untuk melindungi fasilitas strategis dari serangan musuh dalam lingkup pertahanan udara regional, Siper akan memungkinkan pertahanan udara jarak jauh dan dalam perlindungan arsitektur terdistribusi.

Selain Siper, sistem pertahanan udara Korkut, Sungur dan Hisar juga disiapkan untuk menjadi pertahanan udara berlapis negara Turki.

Pengiriman pertama dalam lingkup produksi serial sistem Korkut dilakukan pada 2019, dan sistem pertahanan udara Sungur juga mulai dioperasikan.

Dikembangkan oleh Roketsan, Sungur akan terintegrasi di platform darat, udara dan laut dengan fitur portabelnya.

Sistem pertahanan udara Sungur memiliki kemampuan menembak sambil bergerak, bersama dengan deteksi target yang efektif, diagnosis, identifikasi, pelacakan dan kemampuan menembak 360 derajat siang dan malam.

Sungur berada di depan kelasnya dalam hal efektivitas, kemampuan manuver yang tinggi, kapasitas dan penanggulangan target yang tinggi. Sistem ini dilengkapi dengan hulu ledak titanium dan memiliki kemampuan penglihatan yang memungkinkan target untuk dilihat dari jarak jauh.

Sementara pengiriman sistem pertahanan udara ketinggian rendah Hisar-A telah dimulai, produksi massalnya juga sudah dimulai. Rentang intersepsi sistem Hisar-A adalah 15 kilometer (9,3 mil), sedangkan sistem Hisar-O adalah 25 kilometer.

Mengutip Daily Sabah, Senin (8/11/202), Siper dimaksudkan untuk berada pada level yang dapat bersaing dengan S-400 buatan Rusia. Turki sudah memiliki S-400 setelah membelinya dari Rusia, yang membuat Ankara gagal memperoleh jet tempur siluman F-35 dari Amerika Serikat.

Pada bulan Maret, sistem pertahanan udara jarak menengah Hisar-O+, versi upgrade dari Hisar-O, berhasil menyelesaikan uji tembak, yang merupakan uji coba jarak terjauh dan ketinggian tertinggi yang dilakukan di negara tersebut hingga saat ini.

Sistem pertahanan udara Hisar-O+ diharapkan dapat menghancurkan semua jenis ancaman udara yang diciptakan oleh pesawat bersayap tetap dan berputar, helikopter, rudal jelajah, kendaraan udara tak berawak (UAV) dan rudal udara-ke-permukaan dalam kondisi cuaca buruk.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Putin Mengamuk! Serangan...
Putin Mengamuk! Serangan Rusia Tewaskan 11 Orang dan Hancurkan Katedral Bersejarah
Inggris Cegat dan Rebut...
Inggris Cegat dan Rebut Kapal Tanker Armada Bayangan Rusia, Ini Respons Kremlin
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan MoU Damai dengan AS, Iran: Kita Siapkan Semua Skenario
Rekomendasi
Menteri PU Tinjau IPTC,...
Menteri PU Tinjau IPTC, Nindya Karya Dukung Penambahan Fasilitas Atlet Difabel
Syiar Islam Harus Dekat...
Syiar Islam Harus Dekat dengan Masyarakat
Prancis di Persimpangan...
Prancis di Persimpangan Mimpi dan Trauma
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Sistem Pertahanan S-400...
Sistem Pertahanan S-400 India Dihancurkan oleh Pakistan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved