China Membangun Target Rudal yang Bentuknya Mirip Kapal Induk AS

Senin, 08 November 2021 - 09:06 WIB
loading...
China Membangun Target...
China membangun target rudal yang bentuknya mirip kapal induk AS di gurun Taklamakan. Foto/Maxar Technologies via USNI News
A A A
BEIJING - Militer China telah membangun beberapa target rudal yang bentuknya mirip dengan kapal induk dan beberapa kapal perang Amerika Serikat (AS). Menurut citra satelit Maxar target-target misil itu dibangun di gurun Taklamakan.

Citra satelit yang dianalisis oleh USNI News, Minggu (7/11/2021), menunjukkan garis besar kapal induk AS kelas Ford dan setidaknya dua kapal perusak kelas Arleigh Burke adalah bagian dari jangkauan target yang telah dibangun di wilayah Ruoqiang di China tengah.

Baca juga: Latihan Perang, Iran Sesumbar Siap Lawan AS dan Israel Sekaligus

Situs tersebut dekat dengan bekas jangkauan target yang digunakan China untuk menguji versi awal dari apa yang disebut rudal balistik anti-kapal DF-21D, misil yang dijuluki sebagai senjata pembunuh kapal induk.

Citra satelit itu menunjukkan bahwa China terus fokus pada kemampuan anti-kapal induk, dengan penekanan pada kapal perang Angkatan Laut AS.

Tidak seperti target berbentuk kapal induk Angkatan Laut Iran di Teluk Persia, fasilitas baru ini menunjukkan tanda-tanda jangkauan target berinstrumen yang canggih.

Masih menurut citra satelit Maxar, target mirip kapal induk itu terlihat seperti permukaan datar tanpa pulau kapal, lift pesawat, pendukung senjata atau detail lainnya.

Ada dua area target lagi yang mewakili kapal perang yang tidak memiliki logam. Tetapi target kapal perang ini tampak lebih rumit. Ada banyak tiang tegak yang diposisikan pada mereka, mungkin untuk instrumentasi. Atau kemungkinan itu dapat digunakan untuk reflektor radar untuk mensimulasikan suprastruktur kapal.

Baca juga: Moskow: Kapal-kapal Perang Sarat Rudal AS di Laut Hitam Menguji Nyali Rusia

Menurut ringkasan gambar Maxar oleh perusahaan intelijen geospasial AllSource Analysis yang mengidentifikasi situs tersebut dari citra satelit, wilayah tersebut secara tradisional digunakan untuk pengujian rudal balistik.

Mockup dari beberapa kemungkinan kapal perang AS, bersama dengan kapal perang lainnya (dipasang di rel dan bergerak), dapat mensimulasikan target yang terkait dengan pencarian/pengujian akuisisi target,” bunyi ringkasan AllSource Analysis, yang mengatakan tidak ada indikasi area dampak senjata di sekitar mockup.

"Ini, dan detail ekstensif dari mockup, termasuk penempatan beberapa sensor di dan di sekitar target kapal, kemungkinan area ini dimaksudkan untuk beberapa kegunaan dari waktu ke waktu.”

Analisis citra satelit historis menunjukkan bahwa struktur target kapal induk pertama kali dibangun antara Maret dan April 2019. Ini menjalani beberapa pembangunan kembali dan kemudian dibongkar secara substansial pada Desember 2019. Situs ini hidup kembali pada akhir September tahun ini dan strukturnya secara substansial selesai pada awal Oktober.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Studi: Surplus Ekspor...
Studi: Surplus Ekspor China Kian Tekan Peluang Industri Negara Berkembang
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
China Kenalkan Senjata...
China Kenalkan Senjata Laser Genggam Lijian untuk Jatuhkan Drone
MoU Ditandatangani,...
MoU Ditandatangani, Iran Nyatakan Kemenangan Atas AS
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
5 Kemenangan Terbesar...
5 Kemenangan Terbesar Spanyol di Piala Dunia: Arab Saudi Ikut Jadi Korban
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved