Dendam Ibunya Diperkosa, Pria Ini Penggal Rekannya di Depan Orang-orang di Jalan
Selasa, 02 November 2021 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Menurut informasi awal yang dikeluarkan oleh pihak berwenang, pelaku pembunuhan ini bekerja di toko furnitur untuk saudara laki-laki korban.
Pelaku secara psikologis terguncang dan sebelumnya telah dirawat di klinik kecanduan narkoba.
Beberapa saksi mengatakan kejahatan ini sebagai balas dendam karena ibu si pembunuh telah diperkosa oleh korban. Informasi dari para saksi ini belum dikonfirmasi oleh penyelidikan polisi.
Baca juga: Biden: Senang Bertemu Anda Lagi, Presiden Jokowi
Sawsan Fayed, profesor sosiologi, mengatakan kepada Asharq Al Awsat bahwa kejahatan jenis ini dikaitkan dengan beberapa faktor, yang paling penting adalah penyakit mental.
"Ada orang yang menderita kekerasan sejak lahir, kondisi yang sulit diobati dan membutuhkan pelatihan dan kerja keras," katanya.
"Di antara penyebab kejahatan yang mengerikan adalah halusinasi, gangguan perilaku, dan kecanduan narkotika sintetis yang menyebabkan keadaan halusinasi dan kurangnya kesadaran, serta media yang sering memaparkan adegan pembunuhan, darah dan kejahatan, yang membuat orang menjadi terbiasa, membuat pembunuhan menjadi proses yang mudah," paparnya.
Pelaku secara psikologis terguncang dan sebelumnya telah dirawat di klinik kecanduan narkoba.
Beberapa saksi mengatakan kejahatan ini sebagai balas dendam karena ibu si pembunuh telah diperkosa oleh korban. Informasi dari para saksi ini belum dikonfirmasi oleh penyelidikan polisi.
Baca juga: Biden: Senang Bertemu Anda Lagi, Presiden Jokowi
Sawsan Fayed, profesor sosiologi, mengatakan kepada Asharq Al Awsat bahwa kejahatan jenis ini dikaitkan dengan beberapa faktor, yang paling penting adalah penyakit mental.
"Ada orang yang menderita kekerasan sejak lahir, kondisi yang sulit diobati dan membutuhkan pelatihan dan kerja keras," katanya.
"Di antara penyebab kejahatan yang mengerikan adalah halusinasi, gangguan perilaku, dan kecanduan narkotika sintetis yang menyebabkan keadaan halusinasi dan kurangnya kesadaran, serta media yang sering memaparkan adegan pembunuhan, darah dan kejahatan, yang membuat orang menjadi terbiasa, membuat pembunuhan menjadi proses yang mudah," paparnya.
Lihat Juga :