Donald Trump Blakblakan Kongres AS Milik Israel
Selasa, 02 November 2021 - 08:53 WIB
loading...
A
A
A
"Israel memiliki kekuatan seperti itu—dan memang seharusnya—atas Kongres, dan sekarang tidak. Ini luar biasa, sebenarnya," ujarnya, seperti dikutip The Jerusalem Post, Selasa (2/11/2021).
Hoffman mengangguk sepanjang non-sequitur, lalu menjawab; "Ini benar-benar perubahan yang kita lihat di dalam Partai Demokrat."
Pernyataan Trump menggemakan teori konspirasi antisemit bahwa apa yang disebut "lobi Israel" sering digunakan sebagai eufemisme untuk orang Yahudi, mengendalikan politik AS untuk mempromosikan kepentingan Israel.
Ketika Trump menjabat, orang Yahudi Amerika terpolarisasi di sepanjang garis ideologis mengenai dukungan untuk mantan presiden tersebut.
Meskipun mayoritas keseluruhan memilih menentangnya pada tahun 2016 dan 2020, banyak orang Yahudi yang taat beragama dan Ortodoks mendukung kampanyenya.
Sementara pemerintahannya sebagian besar dipandang mendukung terhadap Israel dan pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Trump, yang dianggap oleh banyak orang sebagai nasionalis dan populis, dituduh merayu atau menolak untuk mencela supremasi kulit putih dan ekstremis sayap kanan lainnya dalam basis politiknya yang memusuhi orang Yahudi.
Hoffman mengangguk sepanjang non-sequitur, lalu menjawab; "Ini benar-benar perubahan yang kita lihat di dalam Partai Demokrat."
Pernyataan Trump menggemakan teori konspirasi antisemit bahwa apa yang disebut "lobi Israel" sering digunakan sebagai eufemisme untuk orang Yahudi, mengendalikan politik AS untuk mempromosikan kepentingan Israel.
Ketika Trump menjabat, orang Yahudi Amerika terpolarisasi di sepanjang garis ideologis mengenai dukungan untuk mantan presiden tersebut.
Meskipun mayoritas keseluruhan memilih menentangnya pada tahun 2016 dan 2020, banyak orang Yahudi yang taat beragama dan Ortodoks mendukung kampanyenya.
Sementara pemerintahannya sebagian besar dipandang mendukung terhadap Israel dan pemerintah sayap kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, Trump, yang dianggap oleh banyak orang sebagai nasionalis dan populis, dituduh merayu atau menolak untuk mencela supremasi kulit putih dan ekstremis sayap kanan lainnya dalam basis politiknya yang memusuhi orang Yahudi.
Lihat Juga :