Ungkap Kasus Lama, Ajudan Hillary Clinton Mengaku Pernah Alami Serangan Seksual dari Senator AS

Rabu, 27 Oktober 2021 - 21:00 WIB
loading...
Ungkap Kasus Lama, Ajudan...
Huma Abedin (kiri), pembantu dekat Hillary Clinton. FOTO/Reuters
A A A
WASHINGTON - Huma Abedin, pembantu dekat Hillary Clinton , telah menulis dalam sebuah buku yang akan segera diterbitkan, bahwa ia pernah diserang secara seksual oleh seorang senator Amerika Serikat (AS). Insiden ini sudah ia kubur lama, sampai tuduhan terhadap hakim agung Brett Kavanaugh memicu ingatannya bertahun-tahun kemudian.

Abedin membuat klaim mengejutkan dalam sebuah memoar, Both/And: A Life in Many Worlds, yang akan diterbitkan minggu depan. The Guardian memperoleh salinannya. Abedin tidak menyebutkan nama senator atau partai sang senator, atau memberikan petunjuk lain mengenai identitasnya.

Baca: Tanpa Bukti, Hillary dan Pelosi Tuding Putin Dalang Penyerbuan Capitol

Abedin merinci kasus penyerangannya terjadi ketika ia dan keluarga Clinton datang untuk menghadiri pernikahan Donald Trump dengan istri ketiganya, Melania Knauss, di Palm Beach, Florida, pada Januari 2005.

Abedin, yang lahir di Michigan tetapi dibesarkan di Arab Saudi, menulis: “Saya merasa berada di sebuah pernikahan Arab di kampung halaman”. Abedin menghadiri makan malam yang dihadiri oleh “beberapa senator dan pembantu mereka”, tetapi tidak dengan Clinton.

“Saya akhirnya berjalan keluar dengan salah satu senator, dan segera kami berhenti di depan gedungnya dan dia mengundang saya masuk untuk minum kopi. Begitu masuk, dia menyuruh saya untuk membuat diri saya nyaman di sofa,” tulis Abedin dalam bukunya.

Baca: Senator Brazil Simpan Uang Korupsi di Celana Dalam yang Dikenakan

Dia menuturkan, sang senator melepas blazernya, menyingsingkan lengan bajunya dan membuat kopi sambil terus berbicara. “Lalu, dalam sekejap semuanya berubah. Dia menjatuhkan diri ke kananku, melingkarkan lengan kirinya di bahuku, dan menciumku, mendorong lidahnya ke dalam mulutku, menekanku kembali ke sofa,” papar Abedin.

“Saya sangat terkejut, saya mendorongnya menjauh. Yang saya inginkan hanyalah 10 detik terakhir terhapus,” tulisnya. Menurut Abedin, sang senator tampak terkejut, lalu meminta maaf dan mengatakan bahwa dia selama ini “telah salah membaca”.

Saat Abedin mempertimbangkan bagaimana pergi “tanpa akhir yang buruk”, sang senator bertanya apakah dia ingin tinggal. “Kemudian saya mengatakan sesuatu yang hanya akan muncul dari versi saya yang berusia dua puluhan – 'Maafkan saya' – dan berjalan keluar, berusaha tampil sesantai mungkin,” tulisnya.

Baca: Parah! Semua Pekerja Wanita Asal Thailand Alami Pelecehan Seksual di Israel

Abedin menulis bahwa dia menjauhkan diri dari senator itu "selama beberapa hari", tetapi kemudian bertemu dengannya di Capitol Hill. Abdein bahkan mengangguk ketika sang senator bertanya apakah mereka masih berteman.

Clinton kemudian bergabung dengan mereka, tulis Abedin, "seolah-olah dia tahu saya perlu diselamatkan, meskipun saya tidak memberi tahu dia apa pun tentang malam itu".

Abedin menulis bahwa dia tetap bersahabat dengan sang senator dan segera “mengubur insiden itu”, yang ingin dia lupakan. Abedin mengaku berhasil menghapusnya dari benaknya “sepenuhnya”.

Awal bulan depan, kutipan dari buku yang diterbitkan oleh Vogue membahas pengalaman Abedin ketika suaminya, mantan anggota kongres dan kandidat walikota New York Anthony Weiner, terlibat dalam skandal berulang atas perilaku seksual eksplisit di media sosial.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
AS: Selat Hormuz Terbuka...
AS: Selat Hormuz Terbuka untuk Dilalui Semua Kapal Tanpa Biaya Tol
Serukan Hancurkan Seluruh...
Serukan Hancurkan Seluruh Lebanon, Menteri Radikal Israel Justru Dihujat Negara Eropa
Rekomendasi
MUI Tegaskan LGBT adalah...
MUI Tegaskan LGBT adalah Penyimpangan: Wajib Disembuhkan
Puji Kepemimpinan Wali...
Puji Kepemimpinan Wali Kota Agustina, Hendardji Soepandji: Budaya Semarang Kian Kuat dan Harmonis
Creavibe Fest 2026:...
Creavibe Fest 2026: Mahasiswa Desain Produk UMB Tampilkan Karya Fesyen Berkelanjutan
Berita Terkini
4 Prasyarat Iran untuk...
4 Prasyarat Iran untuk Negosiasi di Swiss, Dapat Dana Segar Rp106 Triliun
5 Fakta Iran Mampu Memecah...
5 Fakta Iran Mampu Memecah Aliansi Abadi AS dan Israel, Lebanon Jadi Alat Utamanya
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Negara-negara Arab Bisa Bernapas Lega
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Infografis
20 Negara yang Pernah...
20 Negara yang Pernah Dijajah Alexander Agung, dari Pakistan hingga Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved