Israel akan Bangun 1.355 Unit Rumah di Tepi Barat, Yordania Murka
Senin, 25 Oktober 2021 - 06:03 WIB
loading...
A
A
A
Pemasaran unit perumahan diterbitkan pada hari Minggu oleh Otoritas Tanah Israel dan Menteri Perumahan Ze'ev Elkin. Pengumuman itu muncul di tengah laporan bahwa Perdana Menteri Naftali Bennett berada di bawah tekanan AS untuk membekukan rencana tersebut. Pengumuman tersebut meliputi 729 unit di Ariel, 346 unit di Beit El, 102 di Elkana, 90 di Geva Binyamin, 57 di Emanuel, 22 di Karnei Shomoron dan satu di Beitar Illit.
Baca: Israel Masukkan 6 Kelompok HAM Palestina sebagai Organisasi Teroris
LSM Peace Now juga menyatakan penentangan terhadap tender tersebut. Menurut mereka, sekali lagi telah terbukti bahwa pemerintah Israel saat ini bukan pemerintah perubahan, tetapi pemerintah sayap kanan tentang steroid.
"Komitmen terhadap status quo politik ternyata menjadi pencucian kata-kata dalam perjalanan menuju kebijakan aneksasi Netanyahu," kata Peace Now.
“Sangat disayangkan untuk melihat bagaimana ketika hak merayakan langkah lain yang mempromosikan negara bi-nasional, para pendukung (solusi) dua negara di dalam pemerintahan diam. Buruh dan Meretz harus bangun dan menuntut penghentian segera hiruk-pikuk pembangunan di pemukiman yang merusak prospek solusi politik di masa depan," lanjut pernyataan Peace Now.
Baca: Israel Masukkan 6 Kelompok HAM Palestina sebagai Organisasi Teroris
LSM Peace Now juga menyatakan penentangan terhadap tender tersebut. Menurut mereka, sekali lagi telah terbukti bahwa pemerintah Israel saat ini bukan pemerintah perubahan, tetapi pemerintah sayap kanan tentang steroid.
"Komitmen terhadap status quo politik ternyata menjadi pencucian kata-kata dalam perjalanan menuju kebijakan aneksasi Netanyahu," kata Peace Now.
“Sangat disayangkan untuk melihat bagaimana ketika hak merayakan langkah lain yang mempromosikan negara bi-nasional, para pendukung (solusi) dua negara di dalam pemerintahan diam. Buruh dan Meretz harus bangun dan menuntut penghentian segera hiruk-pikuk pembangunan di pemukiman yang merusak prospek solusi politik di masa depan," lanjut pernyataan Peace Now.
(esn)
Lihat Juga :