Assad Normalisasi Hubungan dengan Negara-negara Arab, AS Hadapi Dilema
Minggu, 24 Oktober 2021 - 20:23 WIB
loading...
A
A
A
Sementara Joshua Landis, Direktur Pusat Studi Timur Tengah di Universitas Oklahoma, mengatakan, AS menghadapi “dilema” dalam kebijakan Suriahnya.
Baca: Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaeda di Suriah
“Mereka berada dalam posisi yang mengerikan, di mana mereka menegakkan kebijakan luar negeri Suriah yang didasarkan pada asumsi buruk selama 10 tahun dan analisis yang salah, yaitu bahwa Assad akan jatuh,” kata Landis.
“Dan, bagaimana Anda mundur dari itu tanpa kehilangan muka? Anda tidak bisa. Anda harus kehilangan muka pada tingkat tertentu, dan Anda harus melukai sekutu Anda yang telah Anda bangun selama 10 tahun,” lanjutnya.
Perang di Suriah dimulai pada 2011, setelah protes Musim Semi Arab melanda negara itu dan disambut oleh tindakan keras dari pasukan keamanan. Pemberontakan segera berubah menjadi perang saudara habis-habisan dengan faksi pemberontak serta kelompok bersenjata seperti ISIL (ISIS) mengambil alih sebagian besar negara.
Baca: Serangan Drone AS Tewaskan Pemimpin Senior Al-Qaeda di Suriah
“Mereka berada dalam posisi yang mengerikan, di mana mereka menegakkan kebijakan luar negeri Suriah yang didasarkan pada asumsi buruk selama 10 tahun dan analisis yang salah, yaitu bahwa Assad akan jatuh,” kata Landis.
“Dan, bagaimana Anda mundur dari itu tanpa kehilangan muka? Anda tidak bisa. Anda harus kehilangan muka pada tingkat tertentu, dan Anda harus melukai sekutu Anda yang telah Anda bangun selama 10 tahun,” lanjutnya.
Perang di Suriah dimulai pada 2011, setelah protes Musim Semi Arab melanda negara itu dan disambut oleh tindakan keras dari pasukan keamanan. Pemberontakan segera berubah menjadi perang saudara habis-habisan dengan faksi pemberontak serta kelompok bersenjata seperti ISIL (ISIS) mengambil alih sebagian besar negara.
Lihat Juga :