PM Bennett: Putin Teman Sejati Israel dan Orang-orang Yahudi

Sabtu, 23 Oktober 2021 - 06:17 WIB
loading...
PM Bennett: Putin Teman Sejati Israel dan Orang-orang Yahudi
Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan) bertemu dengan Perdana Menteri Israel Naftali Bennett di Sochi, Rusia, Jumat (22/10/2021). Foto/Sputnik/Evgeny Biyatov
A A A
SOCHI - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett berkunjung ke Rusia pada Jumat (22/10/2021) dan untuk pertama kalinya bertemu dengan Presiden Vladimir Putin .

Pemimpin Zionis itu memuji Putin dengan menyebutnya sebagai teman sejati negara Israel dan orang-orang Yahudi dan telah bekerja keras selama 20 tahun terakhir untuk memperkuat hubungan kedua negara.

Baca juga: NATO Ungkap Strategi Besar Kalahkan Rusia dalam Perang Nuklir Habis-habisan

Berbicara dalam jumpa pers pada awal kunjungan kerja ke Bocharov Ruchey, kediaman presiden Rusia di Sochi, Bennett menyarankan agar kedua negara dapat bekerja untuk membangun hubungan ekonomi dan politik mereka.

“Selama 20 tahun terakhir, dan bahkan lebih, Anda telah memimpin proses penguatan hubungan antara negara kami [dengan Rusia] dan membawanya ke tingkat ini,” kata PM Bennett kepada Putin.

“Saya ingin memberi tahu Anda atas nama seluruh negara kami, semua orang kami: kami melihat di dalam diri Anda seorang teman sejati, yang sangat dekat, dari Negara Israel dan orang-orang Yahudi," paparnya, yang dilansir Russia Today, Sabtu (23/10/2021).



Kedua pemimpin itu telah merencanakan untuk membahas sejumlah besar topik, termasuk pengembangan kerja sama ekonomi, ilmiah, dan budaya.

Perjalanan Bennett ke Sochi adalah kunjungan resmi pertamanya sebagai kepala pemerintahan ke Rusia. Perdana menteri mulai menjabat pada Juni tahun ini, menyusul kesepakatan yang akan membuat kepemimpinan Israel dirotasi ke mitra koalisi Yair Lapid dalam dua tahun.

Kunjungan itu bertepatan dengan peringatan 30 tahun pemulihan hubungan diplomatik penuh antara kedua negara, yang dirayakan pada 18 Oktober 202. Pada hari itu, Putin mengatakan bahwa kedua negara memiliki kerja sama yang bermanfaat di banyak bidang, termasuk dorongan untuk perdamaian, keamanan, dan stabilitas di Timur Tengah.

“Kami dipersatukan oleh penolakan tegas terhadap anti-Semitisme, setiap manifestasi xenofobia dan perselisihan etnis, serta setiap upaya untuk memalsukan sejarah dan merevisi hasil Perang Dunia II,” kata Putin.
(min)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2021 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2008 seconds (11.97#12.26)