AS Akui Tidak Tahu Cara Bertahan Lawan Rudal Hipersonik China dan Rusia
Rabu, 20 Oktober 2021 - 01:39 WIB
loading...
A
A
A
“Kami telah melihat China dan Rusia sangat aktif menggunakan, militerisasi teknologi ini, jadi kami hanya harus merespons dengan baik,” ujarnya.
China menyatakan bahwa uji coba rudal yang dilaporkan sebenarnya adalah pesawat ruang angkasa yang dirancang untuk melakukan perjalanan pulang pergi.
“Ini adalah tes rutin pesawat ruang angkasa untuk memverifikasi teknologi kegunaan kembali pesawat ruang angkasa. Ini sangat penting untuk mengurangi biaya penggunaan pesawat ruang angkasa dan menyediakan cara yang nyaman dan murah untuk transportasi dua arah umat manusia dalam penggunaan ruang yang damai,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian kepada wartawan awal pekan ini.
"Beberapa perusahaan di seluruh dunia telah melakukan tes serupa," ia menambahkan.
Baca juga: China Sangkal Uji Coba Rudal Hipersonik, Sebut Itu Tes Pesawat Luar Angkasa
Rudal balistik antarbenua berbagi banyak teknologi dan proses serupa yang melekat dalam program peluncuran luar angkasa, tumpang tindih yang telah digarisbawahi oleh pejabat dan analis AS dalam konteks pengembangan teknologi Iran yang dapat mengirimkan hulu ledak nuklir.
China menyatakan bahwa uji coba rudal yang dilaporkan sebenarnya adalah pesawat ruang angkasa yang dirancang untuk melakukan perjalanan pulang pergi.
“Ini adalah tes rutin pesawat ruang angkasa untuk memverifikasi teknologi kegunaan kembali pesawat ruang angkasa. Ini sangat penting untuk mengurangi biaya penggunaan pesawat ruang angkasa dan menyediakan cara yang nyaman dan murah untuk transportasi dua arah umat manusia dalam penggunaan ruang yang damai,” kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian kepada wartawan awal pekan ini.
"Beberapa perusahaan di seluruh dunia telah melakukan tes serupa," ia menambahkan.
Baca juga: China Sangkal Uji Coba Rudal Hipersonik, Sebut Itu Tes Pesawat Luar Angkasa
Rudal balistik antarbenua berbagi banyak teknologi dan proses serupa yang melekat dalam program peluncuran luar angkasa, tumpang tindih yang telah digarisbawahi oleh pejabat dan analis AS dalam konteks pengembangan teknologi Iran yang dapat mengirimkan hulu ledak nuklir.
Lihat Juga :