Rusia Santai Tanggapi Uji Coba Rudal Hipersonik China
Rabu, 20 Oktober 2021 - 00:16 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Uji Coba Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, China Kejutkan AS
"Teknologi hipersonik adalah sesuatu yang telah kami khawatirkan, aplikasi militer potensial, dan kami telah menahan diri dari mengejar," Robert Wood, duta besar Presiden Joe Biden untuk PBB, memperingatkan.
"Kami telah melihat Cina dan Rusia mengejar penggunaan yang sangat aktif, militerisasi teknologi ini, jadi kami hanya harus merespons dalam bentuk yang sama...kami hanya tidak tahu bagaimana kami dapat mempertahankan teknologi itu, China juga tidak, begitu pun Rusia," ia melanjutkan.
Baca juga: China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Pilih Bungkam
China secara formal menyangkaltelah melakukan uji coba rudal hipersonik, mengatakan misi itu hanya menguji teknologi pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali. Namun, editorial anonim yang diterbitkan oleh corong Partai Komunis China, Global Times, mengatakan bahwa negara itu telah menghantam supremasi strategis AS, sementara menolak untuk mengkonfirmasi China telah mengembangkan senjata seperti itu.
"Tidak ada artinya untuk membahas kredibilitas laporan Financial Times," bunyi artikel itu.
"Teknologi hipersonik adalah sesuatu yang telah kami khawatirkan, aplikasi militer potensial, dan kami telah menahan diri dari mengejar," Robert Wood, duta besar Presiden Joe Biden untuk PBB, memperingatkan.
"Kami telah melihat Cina dan Rusia mengejar penggunaan yang sangat aktif, militerisasi teknologi ini, jadi kami hanya harus merespons dalam bentuk yang sama...kami hanya tidak tahu bagaimana kami dapat mempertahankan teknologi itu, China juga tidak, begitu pun Rusia," ia melanjutkan.
Baca juga: China Uji Rudal Hipersonik Berkemampuan Nuklir, AS Pilih Bungkam
China secara formal menyangkaltelah melakukan uji coba rudal hipersonik, mengatakan misi itu hanya menguji teknologi pesawat ruang angkasa yang dapat digunakan kembali. Namun, editorial anonim yang diterbitkan oleh corong Partai Komunis China, Global Times, mengatakan bahwa negara itu telah menghantam supremasi strategis AS, sementara menolak untuk mengkonfirmasi China telah mengembangkan senjata seperti itu.
"Tidak ada artinya untuk membahas kredibilitas laporan Financial Times," bunyi artikel itu.
Lihat Juga :