Perang Afghanistan Tunjukkan Batas Kekuatan Militer AS

Selasa, 19 Oktober 2021 - 00:27 WIB
loading...
A A A
“Itu mendorong pria dan wanita untuk membela kehormatan mereka, agama mereka, dan rumah mereka. Itu menantang para pemuda untuk bertarung. Ini menghidupkan Taliban. Itu melemahkan keinginan tentara dan polisi Afghanistan," sambungnya.

Baca: Amerika Serikat Ledakkan Pos Militer CIA Terakhir di Afghanistan

Militer AS mungkin telah kehilangan kesempatan untuk menstabilkan Afghanistan di tahun-tahun awal setelah menggulingkan Taliban, yang telah menjalankan negara itu sebagai paria internasional sejak tahun 1996. Tetapi, pertanyaan yang lebih besar adalah apakah militer AS, setelah keberhasilan awalnya, salah memilih peran utama dalam membawa Afghanistan dari kekacauan menuju stabilitas.

Menurut Malkasian, militer AS tidak sepenuhnya berperang dengan caranya sendiri. Ini beroperasi melalui arah sipil. Meskipun para pemimpin sipil mungkin dituduh telah melampaui visi membangun Afghanistan menjadi negara demokrasi yang mampu mempertahankan dirinya sendiri, militer akhirnya mencapai tujuan itu.

Karl Eikenberry, pensiunan Letnan Jenderal Angkatan Darat AS dengan kombinasi langka pengalaman militer dan diplomatik tingkat tinggi di Afghanistan, mengatakan, militer AS pada awalnya menolak keras misi pembangunan bangsa di negara miskin yang trauma oleh puluhan tahun perang saudara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Ayatollah Ali Khamenei...
Ayatollah Ali Khamenei Akan Dikuburkan Hari Ini di Tengah Serangan AS terhadap Iran
Eropa Siap Masuk Arena...
Eropa Siap Masuk Arena Pertempuran Robot AI China dan AS
Pemakaman Ali Khamenei...
Pemakaman Ali Khamenei Disesaki Jutaan Pelayat, 50 Ribu Orang Jalani Perawatan Medis
Horor! 900 Ular Lepas...
Horor! 900 Ular Lepas dari Peternakan akibat Banjir di China, Gigit Warga
Rekomendasi
Layanan Super Cepat,...
Layanan Super Cepat, TASPEN Rampungkan 99,97% Klaim dan Targetkan Selesai H+1
FBI Bidik AFA di Tengah...
FBI Bidik AFA di Tengah Mimpi Argentina di Piala Dunia
Kasus Dugaan Kekerasan...
Kasus Dugaan Kekerasan ART Erin Wartia Naik Penyidikan, Rieke Diah Pitaloka Ikut Mengawal
Berita Terkini
Trump Keliru Sebut Iran...
Trump Keliru Sebut Iran 'Republik Islam Jepang': 111 Rudalnya Serang Kapal Induk AS
AS Gempur 90 Target...
AS Gempur 90 Target di Iran, Teheran Balas Bombardir Pangkalan Amerika di Kuwait dan Bahrain
Venezuela Memohon kepada...
Venezuela Memohon kepada Raja Charles: Serahkan 31 Ton Emas yang Ditahan Inggris
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Imbas AS Serang Iran:...
Imbas AS Serang Iran: Qatar, Bahrain, dan Kuwait Panik
Trump Sebut Iran Sampah,...
Trump Sebut Iran Sampah, Ini Respons Teheran
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved