Turuti Ahli Feng Shui untuk Hindari Maut, Pria Ini Perkosa Anak Perawannya
Senin, 18 Oktober 2021 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
Korban tidak memberi tahu ibu atau saudara perempuannya tentang apa yang telah terjadi, karena dia tidak ingin orang tuanya bertengkar atau menceraikan satu sama lain. Dia juga takut ibunya akan memarahi atau menyalahkannya, seperti yang dikatakan ibunya sebelumnya bahwa dia tidak boleh membiarkan siapa pun menyentuhnya.
Dia merasa sedih dan tidak tahu harus berbuat apa, karena dia tidak bisa memberi tahu ibunya tentang hal itu dan ibunya adalah orang yang paling dekat dengannya dalam keluarga.
Pelanggaran itu terungkap hanya ketika perilaku gadis itu memburuk di sekolah pada Agustus 2019. Dia tertangkap minum vodka dan menggunakan rokok elektronik dan mogok belajar ketika ditanyai oleh gurunya.
Dia mengungkapkan bahwa ayahnya telah "menyentuhnya", dan konselor sekolah serta pihak Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga disiagakan. Petugas membawa gadis itu untuk membuat laporan polisi pada 29 Agustus 2019.
Terdakwa akhirnya ditangkap dan diperiksa oleh seorang psikiater, yang menemukan bahwa dia tidak memiliki penyakit mental atau cacat intelektual.
Terdakwa mengatakan kepada psikiater bahwa dia telah merencanakan untuk berhubungan seks dengan korban setelah mendengar ramalan ahli feng shui.
"Dia tidak bisa menjelaskan mengapa dia memilih korban, tetapi mengakui bahwa dia terangsang secara seksual olehnya," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Joshua Lim, seperti dikutip Channel News Asia.
Dia merasa sedih dan tidak tahu harus berbuat apa, karena dia tidak bisa memberi tahu ibunya tentang hal itu dan ibunya adalah orang yang paling dekat dengannya dalam keluarga.
Pelanggaran itu terungkap hanya ketika perilaku gadis itu memburuk di sekolah pada Agustus 2019. Dia tertangkap minum vodka dan menggunakan rokok elektronik dan mogok belajar ketika ditanyai oleh gurunya.
Dia mengungkapkan bahwa ayahnya telah "menyentuhnya", dan konselor sekolah serta pihak Kementerian Sosial dan Pengembangan Keluarga disiagakan. Petugas membawa gadis itu untuk membuat laporan polisi pada 29 Agustus 2019.
Terdakwa akhirnya ditangkap dan diperiksa oleh seorang psikiater, yang menemukan bahwa dia tidak memiliki penyakit mental atau cacat intelektual.
Terdakwa mengatakan kepada psikiater bahwa dia telah merencanakan untuk berhubungan seks dengan korban setelah mendengar ramalan ahli feng shui.
"Dia tidak bisa menjelaskan mengapa dia memilih korban, tetapi mengakui bahwa dia terangsang secara seksual olehnya," kata Wakil Jaksa Penuntut Umum Joshua Lim, seperti dikutip Channel News Asia.
(min)
Lihat Juga :