Kucilkan Jenderal Junta Myanmar, ASEAN Bakal Gelar Pertemuan

Sabtu, 16 Oktober 2021 - 20:51 WIB
loading...
Kucilkan Jenderal Junta...
Jenderal Min Aung Hlaing, pemimpin junta Myanmar, yang memimpin kudeta terhadap pemerintah sipil pimpinan Aung San Suu Kyi pada Februari 2021. Foto/REUTERS
A A A
BANDAR SERI BEGAWAN - Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara ( ASEAN ) akan mengggelar pertemuan puncak (KTT) bulan ini. Yang mengejutkan, pertemuan ini tidak mengundang jenderal tertinggi junta Myanmar, Min Aung Hlaing , yang melakukan kudeta di negara tersebut.

KTT ASEAN justru mengundang perwakilan non-politik dari Myanmar. Rencana pertemuan itu disampaikan pemerintah Brunei Darussalam—ketua ASEAN saat ini—pada Sabtu (16/10/2021).

Baca juga: Di Bawah Kekuasaan Taliban, Afghanistan Mulai Dilanda Kelaparan

Keputusan para menteri luar negeri dari ASEAN pada pertemuan darurat Jumat malam menandai pergeseran blok tersebut, yang secara tradisional menyukai kebijakan keterlibatan dan non-intervensi.

Pertemuan itu diadakan untuk mengatasi kegagalan junta Myanmar—yang merebut kekuasaan pada Februari 2021—untuk mematuhi peta jalan perdamaian yang telah disepakati dengan ASEAN pada April, yang bertujuan untuk mengatasi dampak dari kudeta yang dipimpin oleh Jenderal Min Aung Hlaing.

Tekanan internasional telah membangun ASEAN untuk mengambil posisi yang lebih keras atas kegagalan penguasa Myanmar untuk mengambil langkah-langkah yang disepakati untuk mengakhiri kekerasan, mengizinkan akses kemanusiaan dan memulai dialog dengan lawan-lawannya.

Menurut PBB, lebih dari 1.000 warga sipil telah dibunuh oleh pasukan keamanan Myanmar dan ribuan lainnya ditangkap di tengah tindakan keras terhadap aksi mogok dan protes yang telah menggelincirkan demokrasi tentatif negara itu dan memicu kecaman internasional.

Dalam sebuah pernyataan, Brunei mengatakan seorang tokoh non-politik dari Myanmar akan diundang ke KTT 26-28 Oktober, setelah tidak ada konsensus yang dicapai untuk menghadirkan perwakilan politik.

“Karena tidak ada kemajuan yang cukup...serta kekhawatiran atas komitmen Myanmar, khususnya dalam membangun dialog konstruktif di antara semua pihak terkait, beberapa Negara Anggota ASEAN merekomendasikan agar ASEAN memberi ruang kepada Myanmar untuk memulihkan urusan dalam negerinya dan kembali normal," kata pemerintah Brunei dalam sebuah pernyataan seperti dikutip Reuters.

Pernyataan itu tidak menyebut Jenderal Min Aung Hlaing sebagai pihak yang diundang atau pun menyebut tokoh non-politik yang akan diundang menggantikannya.

Brunei mengatakan beberapa negara anggota ASEAN telah menerima permintaan dari Pemerintah Persatuan Nasional Myanmar, yang dibentuk oleh penentang junta, untuk menghadiri KTT tersebut.

Menurut Brunei, para menteri luar negeri ASEAN dalam pertemuan Jumat malam menekankan pentingnya memberikan Utusan ASEAN untuk Myanmar, Erywan Yusof, akses ke semua pihak terkait.

Baca juga: Dikejar Militer Rusia dalam Jarak 60 Meter, AS Klaim Kapal Perangnya Tak Salah

Kunjungan Eryawan yang telah lama direncanakan ke Myanmar telah tertunda dalam beberapa pekan terakhir. Erywan bersikeras harus bertemu dengan semua pihak, termasuk pemimpin terguling Aung San Suu Kyi, yang telah ditahan atas berbagai tuduhan sejak dikudeta.

Juru bicara junta Myanmar, Zaw Min Tun, mengatakan minggu ini bahwa Erywan akan diterima di negara itu tetapi tidak akan diizinkan untuk bertemu dengan Suu Kyi karena dia didakwa melakukan kejahatan.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Sultan Brunei Reshuffle...
Sultan Brunei Reshuffle Kabinet Besar-besaran, Pangeran 'Instagrammer' Jadi Menlu
5 Kapal Selam Tercanggih...
5 Kapal Selam Tercanggih ASEAN: Hebat Mana Invincible Singapura vs Nagapasa Indonesia?
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Daftar 11 Pemimpin ASEAN...
Daftar 11 Pemimpin ASEAN yang Paling Sering Bepergian ke Luar Negeri, Prabowo Nomor Satu
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Spesifikasi Pesawat...
Spesifikasi Pesawat Pengebom B-52 AS yang Jatuh Tak Berbekas, Dijuluki Bongsor Jelek dan Gendut
Rekomendasi
Kylian Mbappe Cetak...
Kylian Mbappe Cetak 2 Rekor Bersejarah di Piala Dunia 2026
Said Didu: Jangan Juga...
Said Didu: Jangan Juga Semua Orang Kritis Ditakut-takuti
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
Profil Pangkopassus...
Profil Pangkopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Jenderal Kopassus Peraih Adhi Makayasa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved