Israel Setujui Rencana Pembangunan Permukiman Ilegal di Yerusalem
Jum'at, 15 Oktober 2021 - 00:05 WIB
loading...
A
A
A
Pengumuman itu muncul sehari setelah Menteri Luar Negeri Israel, Yair Lapid bertemu dengan Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris di Washington, DC. Rencana sejak 2012 untuk membangun unit di permukiman sebelumnya mendapat tentangan keras dari sekutu Israel, Jerman dan AS.
Baca: Jihad Islam: Pejuang Kami Siap Pertempuran Baru Pertahankan Yerusalem
Tetapi pada April 2020, pihak berwenang mengumumkan bahwa 6.500 unit rumah akan dibangun untuk permukiman, menggantikan rencana sebelumnya untuk area tersebut yang mencakup pembangunan 3.400 unit rumah dan 1.100 kamar hotel. Pada November 2020, Israel mengeluarkan tender untuk pembangunan 1.257 unit di permukiman tersebut.
Toufakji mengatakan, dia yakin bahwa selama kunjungan terakhir kanselir Jerman Angela Merkel ke Yerusalem awal pekan ini, Jerman telah memberi dukungan untuk rencana tersebut. “Dia (Merkel) memberi Otoritas Israel lampu hijau untuk melanjutkan penyelesaian, atau setidaknya mengangkat jubah tekanan Jerman,” tandasnya.
Baca: Jihad Islam: Pejuang Kami Siap Pertempuran Baru Pertahankan Yerusalem
Tetapi pada April 2020, pihak berwenang mengumumkan bahwa 6.500 unit rumah akan dibangun untuk permukiman, menggantikan rencana sebelumnya untuk area tersebut yang mencakup pembangunan 3.400 unit rumah dan 1.100 kamar hotel. Pada November 2020, Israel mengeluarkan tender untuk pembangunan 1.257 unit di permukiman tersebut.
Toufakji mengatakan, dia yakin bahwa selama kunjungan terakhir kanselir Jerman Angela Merkel ke Yerusalem awal pekan ini, Jerman telah memberi dukungan untuk rencana tersebut. “Dia (Merkel) memberi Otoritas Israel lampu hijau untuk melanjutkan penyelesaian, atau setidaknya mengangkat jubah tekanan Jerman,” tandasnya.
(esn)
Lihat Juga :