Krisis Corona di Italia Mulai Menurun, Inggris Makin Parah
Rabu, 22 April 2020 - 09:36 WIB
loading...
Petugas medis di Spanyol saat membawa pasien corona. Foto/Reuters
A
A
A
ROMA - Jumlah korban meninggal karena Covid-19 mencapai 24.114 dan itu menunjukkan tingkat penurunan dari hari ke hari. Penambahan korban meninggal terbaru pada Senin (20/4) adalah 454 dan menjadi titik terendah dalam satu bulan terakhir.
Pemerintah Italia mengatakan penurunan yang kecil, namun simbolik itu adalah "perkembangan positif". "Untuk pertama kalinya, kita melihat perkembangan baru yang positif: jumlah (kasus) yang positif telah menurun," kata Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia Angelo Borelli, dilansir Reuters.
Tempat-tempat usaha itu mencakup toko buku, toko alat tulis, dan toko yang menjual pakaian anak-anak. Sementara pihak berwenang mengkaji cara menerapkan penjarakan sosial dengan aman. Italia menyandang jumlah kasus Covid-19 ketiga terbanyak di dunia setelah Spanyol dan Amerika Serikat (AS). Pada Minggu (19/4/2020), terdapat 486 tambahan kasus positif yang aktif di negara tersebut.
Prancis menjadi negara terbaru yang mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona. Menurut Direktur Kesehatan Prancis Jérôme Salomon, jumlah tersebut "simbolis dan menyakitkan". "Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan," ujarnya.
Salomon mengungkapkan hingga Senin (20/4/2020), ada 20.265 kematian terkait virus di Prancis dan 12.513 di antaranya di rumah sakit serta 7.752 di panti jompo.
Pemerintah Italia mengatakan penurunan yang kecil, namun simbolik itu adalah "perkembangan positif". "Untuk pertama kalinya, kita melihat perkembangan baru yang positif: jumlah (kasus) yang positif telah menurun," kata Kepala Badan Perlindungan Sipil Italia Angelo Borelli, dilansir Reuters.
Tempat-tempat usaha itu mencakup toko buku, toko alat tulis, dan toko yang menjual pakaian anak-anak. Sementara pihak berwenang mengkaji cara menerapkan penjarakan sosial dengan aman. Italia menyandang jumlah kasus Covid-19 ketiga terbanyak di dunia setelah Spanyol dan Amerika Serikat (AS). Pada Minggu (19/4/2020), terdapat 486 tambahan kasus positif yang aktif di negara tersebut.
Prancis menjadi negara terbaru yang mencatat lebih dari 20.000 kematian terkait virus corona. Menurut Direktur Kesehatan Prancis Jérôme Salomon, jumlah tersebut "simbolis dan menyakitkan". "Malam ini, negara kita melewati tonggak simbolis yang menyakitkan," ujarnya.
Salomon mengungkapkan hingga Senin (20/4/2020), ada 20.265 kematian terkait virus di Prancis dan 12.513 di antaranya di rumah sakit serta 7.752 di panti jompo.
Lihat Juga :