Selidiki Asal-usul Covid-19, China akan Uji Ribuan Sampel Darah dari Wuhan
Rabu, 13 Oktober 2021 - 10:27 WIB
loading...
Seorang warga China tengah menjalani rapid test. FOTO/Reuters
A
A
A
BEIJING - China sedang bersiap untuk menguji puluhan ribu sampel bank darah dari kota Wuhan . Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan asal-usul Covid-19, menurut seorang pejabat China. Penyelidikan digelar di tengah meningkatnya seruan untuk transparansi atas munculnya virus.
Sampel darah yang disimpan di Pusat Darah Wuhan mencapai hingga 200 ribu sampel, yang termasuk dari akhir 2019. Menurut panel penyelidik WHO, sampel ini kemungkinan adalah sumber informasi kunci yang dapat membantu menentukan kapan dan di mana virus pertama kali menyeberang ke manusia.
Baca: Ilmuwan China Sebut COVID-19 Pertama Muncul di AS
Seorang pejabat dari Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan kepada CNN, bahwa persiapan pengujian saat ini sedang berlangsung, dan pengujian yang dikonfirmasi akan dilakukan setelah batas dua tahun tercapai.
"Ini memberikan sampel real time terdekat di dunia yang pernah kami lihat untuk membantu kami memahami waktu kejadian wabah," kata Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations, seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/10/2021).
Sampel darah yang disimpan di Pusat Darah Wuhan mencapai hingga 200 ribu sampel, yang termasuk dari akhir 2019. Menurut panel penyelidik WHO, sampel ini kemungkinan adalah sumber informasi kunci yang dapat membantu menentukan kapan dan di mana virus pertama kali menyeberang ke manusia.
Baca: Ilmuwan China Sebut COVID-19 Pertama Muncul di AS
Seorang pejabat dari Komisi Kesehatan Nasional China, mengatakan kepada CNN, bahwa persiapan pengujian saat ini sedang berlangsung, dan pengujian yang dikonfirmasi akan dilakukan setelah batas dua tahun tercapai.
"Ini memberikan sampel real time terdekat di dunia yang pernah kami lihat untuk membantu kami memahami waktu kejadian wabah," kata Yanzhong Huang, rekan senior untuk kesehatan global di Council on Foreign Relations, seperti dikutip dari CNN, Rabu (13/10/2021).
Lihat Juga :