Trump Larang Imigrasi Selama 60 Hari, Target Pencari Green Card

Rabu, 22 April 2020 - 07:31 WIB
loading...
Trump Larang Imigrasi...
Presiden AS Donald Trump. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan larangan imigrasi AS yang baru akan berlaku 60 hari dan diterapkan pada pencari green card untuk penduduk tetap.

Larangan ini diterapkan untuk melindungi warga AS yang ingin mendapat pekerjaan yang hilang akibat virus corona.

Rencana Trump ini akan ditandatangani pada Rabu (22/4). Dia menyatakan tidak akan menerapkan aturan ini pada individu yang masuk AS secara sementara dan akan mengevaluasi lagi setiap 60 hari.

“Akan salah dan tidak benar bagi warga AS dipecat dari kerja akibat virus diganti dengan pekerja migran baru yang masuk dari luar negeri. Kita harus pertama kali merawat pekerja AS,” kata Trump di Gedung Putih.

Dia menyatakan ada beberapa pengeculian dalam perintah itu dan dia dapat memperbaruinya setiap 60 hari atau bahkan lebih lama lagi.

Trump menang pemilu presiden 2016 dengan janji membatasi imigrasi. Para pengkritik menilai Trump memanfaatkan krisis akibat virus corona untuk menyukseskan janji kebijakannya.

Perintah ini akan dikecualikan untuk orang yang terlibat dalam merespon wabah corona, termasuk pekerja pertanian dan mereka yang membantu mengamankan suplai pangan AS.

Pejabat AS menyatakan saat negara itu mulai membuka ekonominya, aliran imigrasi diperkirakan meningkat dan pemerintah ingin memastikan pegawai AS yang dipecat akan kembali dipekerjakan daripada memberi pekerjaan itu pada imigran dengan gaji lebih rendah.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Helikopter Apache AS...
Helikopter Apache AS Jatuh di Dekat Selat Hormuz
Diserang AS Lagi, Iran...
Diserang AS Lagi, Iran Tutup Selat Hormuz Tembak 2 Kapal Tanker
Rekomendasi
Beri Semangat Anak Pejuang...
Beri Semangat Anak Pejuang Leukemia, Polres Jakpus Wujudkan Harapan Deni Jadi Polisi Cilik
Krisis Energi Global,...
Krisis Energi Global, China dan Saudi Aramco Gelar Pertemuan Darurat
Liburan Sekolah, Hotel...
Liburan Sekolah, Hotel Ini Tawarkan Misi Seru Petualangan Staycation Keluarga
Berita Terkini
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Hamas Kutuk Otoritas...
Hamas Kutuk Otoritas Palestina karena Koordinasi Keamanan dengan Israel
Didanai Maroko, Nikah...
Didanai Maroko, Nikah Massal Digelar untuk 40 Warga Gaza Penyandang Disabilitas dan Cedera
Iran Ungkap Proyektil...
Iran Ungkap Proyektil AS Hantam Tongkang Kargo Iran di Lepas Pantai Oman
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Infografis
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved