Warga Rusia Berbondong-bondong ke Serbia untuk Dapatkan Vaksin COVID-19
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 15:10 WIB
loading...
A
A
A
“Orang tidak mau menunggu; orang harus bisa masuk ke Eropa karena berbagai alasan pribadi,” jelas Anna Filatovskaya, juru bicara biro perjalanan Russky Express di Moskow.
“Beberapa memiliki kerabat. Ada yang punya bisnis, ada yang kuliah, ada yang bekerja. Beberapa hanya ingin pergi ke Eropa karena mereka merindukannya,” terangnya.
Serbia bukanlah negara anggota Uni Eropa dan pilihan yang nyaman bagi warga Rusia yang ingin mendapatkan vaksin. Pasalnya, mereka dapat memasuki negara Balkan yang menjadi sekutu tanpa visa dan menawarkan berbagai pilihan vaksin buatan Barat. Tur terorganisir untuk warga Rusia telah melonjak, dan mereka dapat ditemukan di Ibu Kota Beograd, di hotel, restoran, bar, dan klinik vaksinasi.
Serbia, sesama Kristen Ortodoks dan bangsa Slavia, menawarkan vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinopharm China. Dengan permintaan yang populer, agen wisata Rusia sekarang juga menawarkan tur ke Kroasia, di mana wisatawan dapat menerima vaksin Johnson & Johnson sekali pakai, tanpa perlu kembali untuk dosis kedua.
"Untuk Serbia, permintaan telah tumbuh seperti longsoran salju. Seolah-olah semua yang dilakukan perusahaan kami akhir-akhir ini adalah menjual tur ke Serbia," kata Filatovskaya.
Baca juga: Ingin Suntik Flu, Bocah 4 Tahun Keliru Divaksin COVID-19 Dosis Dewasa
Negara Balkan memperkenalkan vaksinasi untuk orang asing pada bulan Agustus, ketika dorongan vaksinasi di dalam negeri melambat setelah mencapai sekitar 50% dari populasi orang dewasa. Data resmi pemerintah Serbia menunjukkan bahwa hampir 160.000 warga asing sejauh ini telah divaksinasi di negara itu, tetapi tidak jelas berapa banyak warga Rusia.
“Beberapa memiliki kerabat. Ada yang punya bisnis, ada yang kuliah, ada yang bekerja. Beberapa hanya ingin pergi ke Eropa karena mereka merindukannya,” terangnya.
Serbia bukanlah negara anggota Uni Eropa dan pilihan yang nyaman bagi warga Rusia yang ingin mendapatkan vaksin. Pasalnya, mereka dapat memasuki negara Balkan yang menjadi sekutu tanpa visa dan menawarkan berbagai pilihan vaksin buatan Barat. Tur terorganisir untuk warga Rusia telah melonjak, dan mereka dapat ditemukan di Ibu Kota Beograd, di hotel, restoran, bar, dan klinik vaksinasi.
Serbia, sesama Kristen Ortodoks dan bangsa Slavia, menawarkan vaksin Pfizer, AstraZeneca dan Sinopharm China. Dengan permintaan yang populer, agen wisata Rusia sekarang juga menawarkan tur ke Kroasia, di mana wisatawan dapat menerima vaksin Johnson & Johnson sekali pakai, tanpa perlu kembali untuk dosis kedua.
"Untuk Serbia, permintaan telah tumbuh seperti longsoran salju. Seolah-olah semua yang dilakukan perusahaan kami akhir-akhir ini adalah menjual tur ke Serbia," kata Filatovskaya.
Baca juga: Ingin Suntik Flu, Bocah 4 Tahun Keliru Divaksin COVID-19 Dosis Dewasa
Negara Balkan memperkenalkan vaksinasi untuk orang asing pada bulan Agustus, ketika dorongan vaksinasi di dalam negeri melambat setelah mencapai sekitar 50% dari populasi orang dewasa. Data resmi pemerintah Serbia menunjukkan bahwa hampir 160.000 warga asing sejauh ini telah divaksinasi di negara itu, tetapi tidak jelas berapa banyak warga Rusia.
Lihat Juga :