Warga Rusia Berbondong-bondong ke Serbia untuk Dapatkan Vaksin COVID-19
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 15:10 WIB
loading...
Warga Rusia berbondong-bondong ke Serbia untuk mendapatkan vaksin COVID-19. Foto/AP
A
A
A
BELGRADE - Warga Rusia berbondong-bondong menyeberang ke Serbia untuk mendapatkan vaksin COVID-19 . Ini terjadi karena otoritas kesehatan internasional belum memberikan restu mereka untuk vaksin buatan Rusia, Sputnik V .
Dipuji oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai vaksin COVID-19 terdaftar pertama di dunia, Sputnik V muncul pada Agustus 2020 dan telah disetujui di sekitar 70 negara, termasuk Serbia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan persetujuan global masih dalam peninjauan setelah mengutip masalah di pabrik produksi beberapa bulan lalu.
Pada hari Jumat, seorang pejabat tinggi WHO mengatakan masalah hukum yang menghambat peninjauan Sputnik V akan diselesaikan, sebuah langkah yang dapat meluncurkan kembali proses menuju otorisasi penggunaan darurat.
"Rintangan lain tetap ada untuk aplikasi Rusia, termasuk kurangnya informasi ilmiah lengkap dan inspeksi situs manufaktur," kata asisten direktur jenderal WHO Dr. Mariangela Simao seperti dikutip dari AP, Sabtu (9/10/2021).
Selain dari WHO, Sputnik V juga masih menunggu persetujuan dari European Medicines Agency (EMA) atau badan obat-obatan Eropa sebelum semua pembatasan perjalanan dapat dicabut untuk orang yang divaksinasi dengan formula Rusia itu.
Baca juga: Vaksin Sinovac Diakui, Warga Indonesia Bisa Masuk Australia
Penantian panjang ini telah membuat frustrasi banyak warga Rusia, jadi ketika WHO mengumumkan penundaan lagi pada bulan September, mereka mulai mencari solusi di tempat lain.
Dipuji oleh Presiden Rusia Vladimir Putin sebagai vaksin COVID-19 terdaftar pertama di dunia, Sputnik V muncul pada Agustus 2020 dan telah disetujui di sekitar 70 negara, termasuk Serbia. Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan persetujuan global masih dalam peninjauan setelah mengutip masalah di pabrik produksi beberapa bulan lalu.
Pada hari Jumat, seorang pejabat tinggi WHO mengatakan masalah hukum yang menghambat peninjauan Sputnik V akan diselesaikan, sebuah langkah yang dapat meluncurkan kembali proses menuju otorisasi penggunaan darurat.
"Rintangan lain tetap ada untuk aplikasi Rusia, termasuk kurangnya informasi ilmiah lengkap dan inspeksi situs manufaktur," kata asisten direktur jenderal WHO Dr. Mariangela Simao seperti dikutip dari AP, Sabtu (9/10/2021).
Selain dari WHO, Sputnik V juga masih menunggu persetujuan dari European Medicines Agency (EMA) atau badan obat-obatan Eropa sebelum semua pembatasan perjalanan dapat dicabut untuk orang yang divaksinasi dengan formula Rusia itu.
Baca juga: Vaksin Sinovac Diakui, Warga Indonesia Bisa Masuk Australia
Penantian panjang ini telah membuat frustrasi banyak warga Rusia, jadi ketika WHO mengumumkan penundaan lagi pada bulan September, mereka mulai mencari solusi di tempat lain.
Lihat Juga :