Rusia: Satelit Starlink Elon Musk Bisa Membajak Rudal saat Terbang
Sabtu, 09 Oktober 2021 - 06:04 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Menlu Iran: Beberapa Kesepakatan Dicapai dalam Perundingan dengan Arab Saudi
Rogozin menambahkan, “Starlink dapat mengirimkan internet dengan konten politik murni dan, kemungkinan besar, anti-Rusia, sehingga mengancam keamanan informasi Rusia.”
Akhir tahun lalu, anggota parlemen Rusia telah memperkenalkan undang-undang untuk melarang Starlink, dan memastikan semua lalu lintas internet di negara itu terus ditangani melalui operator telekomunikasi yang berbasis di Rusia.
Undang-undang, yang belum disahkan, mengusulkan denda hingga 30.000 rubel terhadap pengguna biasa, dan satu juta rubel terhadap perusahaan yang menggunakan Starlink.
Rusia pada prinsipnya tidak menentang gagasan internet berbasis satelit, dengan beberapa jaringan komunikasi berbasis satelit seluler global, termasuk Inmarsat, Globalstar, Thuraya dan Iridium, menyediakan transmisi suara dan data dengan kecepatan rendah kepada klien dan bermitra dengan perusahaan yang berbasis di Rusia, yang bekerja sesuai dengan undang-undang negara.
Pada saat yang sama, Roscosmos berencana menyebarkan layanan internet satelit berbasis ruang angkasanya sendiri, yang dikenal sebagai internet Sfera (Sphere) pada 2030.
Cluster pertama dari 288 satelit yang beroperasi 870 km di orbit diharapkan akan beroperasi pada 2025.
Rogozin menambahkan, “Starlink dapat mengirimkan internet dengan konten politik murni dan, kemungkinan besar, anti-Rusia, sehingga mengancam keamanan informasi Rusia.”
Akhir tahun lalu, anggota parlemen Rusia telah memperkenalkan undang-undang untuk melarang Starlink, dan memastikan semua lalu lintas internet di negara itu terus ditangani melalui operator telekomunikasi yang berbasis di Rusia.
Undang-undang, yang belum disahkan, mengusulkan denda hingga 30.000 rubel terhadap pengguna biasa, dan satu juta rubel terhadap perusahaan yang menggunakan Starlink.
Rusia pada prinsipnya tidak menentang gagasan internet berbasis satelit, dengan beberapa jaringan komunikasi berbasis satelit seluler global, termasuk Inmarsat, Globalstar, Thuraya dan Iridium, menyediakan transmisi suara dan data dengan kecepatan rendah kepada klien dan bermitra dengan perusahaan yang berbasis di Rusia, yang bekerja sesuai dengan undang-undang negara.
Pada saat yang sama, Roscosmos berencana menyebarkan layanan internet satelit berbasis ruang angkasanya sendiri, yang dikenal sebagai internet Sfera (Sphere) pada 2030.
Cluster pertama dari 288 satelit yang beroperasi 870 km di orbit diharapkan akan beroperasi pada 2025.
Lihat Juga :