Penjaga Kamp Konsentrasi Nazi Berusia 100 Tahun Diadili di Jerman

Kamis, 07 Oktober 2021 - 18:23 WIB
loading...
A A A
Sepuluh tahun yang lalu, hukuman mantan pengawal SS John Demjanjuk menjadi preseden yang memungkinkan jaksa menuntut orang-orang karena membantu dan bersekongkol dengan kejahatan Nazi dalam Perang Dunia Kedua. Sampai saat itu, partisipasi langsung dalam pembunuhan harus dibuktikan.

Diidentifikasi sebagai Josef S, karena undang-undang privasi Jerman, terdakwa dibawa ke ruang olahraga yang disesuaikan secara khusus di satu penjara di Brandenburg an der Havel, tempat persidangan dimulai dengan keamanan yang ketat.

Dia tiba di pengadilan dengan kursi roda dan memegang tas kerja.

Josef S telah tinggal di daerah Brandenburg selama bertahun-tahun. Dia dilaporkan bekerja sebagai tukang kunci, dan belum berbicara secara terbuka tentang persidangan.

Pengacaranya, Stefan Waterkamp, mengatakan kepada pengadilan bahwa terdakwa tidak akan berkomentar di persidangan atas tuduhan terhadapnya. Dia akan, bagaimanapun, berbicara tentang keadaan pribadinya pada sidang Jumat.

Josef S berusia 21 tahun ketika dia pertama kali menjadi penjaga di Sachsenhausen pada 1942.

Sekarang hampir 101 tahun, dia dianggap dapat hadir di pengadilan hingga dua setengah jam sehari. Sidang akan berlangsung hingga Januari mendatang.

Jaksa penuntut umum Cyrill Klement mengatakan kepada pengadilan tentang pembunuhan sistematis di Sachsenhausen antara 1941 dan 1945. "Terdakwa mendukung ini dengan sadar dan sukarela, setidaknya dengan hati-hati melaksanakan tugas jaga, yang terintegrasi sempurna ke dalam rezim pembunuhan," papar dia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Berubah Pikiran Lagi,...
Berubah Pikiran Lagi, AS Akan Pasok Rudal Canggih Tomahawk ke Jerman
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
CIA akan Rilis Berkas...
CIA akan Rilis Berkas Baru Program Pengendalian Pikiran Terkait Nazi
Pria Ini Bunuh Pacar,...
Pria Ini Bunuh Pacar, tapi Tewas Serangan Jantung saat Buang Mayat Korban
Jerman Diguncang Penembakan,...
Jerman Diguncang Penembakan, 6 Orang Tewas
Jamu Presiden Steinmeier,...
Jamu Presiden Steinmeier, Prabowo Sebut Jerman Jadi Inspirasi Inovasi Teknologi
Horor! Siswa Pilot Terpaksa...
Horor! Siswa Pilot Terpaksa Mendarat Sendiri Usai Instrukturnya Tiba-Tiba Lompat Keluar Pesawat
Jerman Terpanggang,...
Jerman Terpanggang, Gelombang Panas Tewaskan 5.120 Orang
Rekomendasi
Temui Warga Mangkang,...
Temui Warga Mangkang, Wali Kota Agustina Intervensi Sektor Kesehatan, Hunian, hingga Pengairan
Dukung Ketahanan Air...
Dukung Ketahanan Air dan Pangan, Dua Bendungan Garapan Nindya Karya Diresmikan Presiden
Pelatih Spanyol Pilih...
Pelatih Spanyol Pilih Hati-hati Tanggapi Kontroversi Wasit Piala Dunia 2026
Berita Terkini
Setelah Warga Palestina...
Setelah Warga Palestina Diusir, Israel Robohkan Sekolah di Dusun Tepi Barat
AS Serang Jembatan Kereta...
AS Serang Jembatan Kereta Api Strategis yang Hubungkan Iran ke China dan Rusia
Israel Minta Lampu Hijau...
Israel Minta Lampu Hijau AS untuk Serang Iran
Rencana Volkswagen Buat...
Rencana Volkswagen Buat Rudal dengan Rafael Israel Dihalangi Para Investor Qatar
Ukraina Menggila, Pertahanan...
Ukraina Menggila, Pertahanan Udara Rusia Hancurkan 5.000 Drone dalam Sepekan
Iran Gempur Pusat Komando...
Iran Gempur Pusat Komando AS dan Pangkalan Udara Yordania dengan 10 Rudal Balistik
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved