Lebih dari 700 Pengungsi Afghanistan Tinggalkan Pangkalan AS Tanpa Keterangan

Sabtu, 02 Oktober 2021 - 20:01 WIB
loading...
A A A
“Ini adalah bagian dunia yang berbahaya,” ujar Gubernur South Dakota Kristi Noem pada Agustus, ketika dia menolak mengizinkan pengungsi dimukimkan kembali di negara bagiannya.

“Kami tahu bahwa kami memiliki banyak orang berbahaya di sana yang ingin membahayakan Amerika Serikat,” papar dia.

Dalam waktu singkat sejak mereka tiba di pangkalan AS, beberapa pengungsi diduga telah melakukan kejahatan, termasuk pencabulan anak dan kekerasan dalam rumah tangga.

FBI sedang menyelidiki dugaan serangan terhadap seorang tentara wanita AS di Fort Bliss oleh beberapa pria pengungsi Afghanistan.

Di Fort McCoy Wisconsin, seorang pengungsi Afghanistan didakwa menyerang dan mencekik istrinya, sementara yang lain menghadapi empat dakwaan yang berasal dari tuduhan bahwa pelaku melakukan pelecehan seksual terhadap dua anak di satu barak dan kamar mandi di pangkalan itu.

Sementara, seperti yang dicatat Reuters, para pengungsi yang meninggalkan pangkalan secara mandiri mungkin mengalami kesulitan mendapatkan izin kerja yang dipercepat dan layanan imigrasi lainnya, mereka tampaknya tidak akan menghadapi risiko deportasi ketika izin sementara mereka berakhir.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Alejandro Mayorkas memutuskan pada Kamis bahwa pemerintahan Biden tidak akan mendeportasi orang-orang yang berada di negara itu tanpa izin yang tepat kecuali mereka telah melakukan kejahatan serius atau dianggap sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Tak Umumkan Serangan...
AS Tak Umumkan Serangan Udara ke Iran, Apakah Dikaitkan dengan Angka Sial?
Trump Tiba-tiba Ganti...
Trump Tiba-tiba Ganti Pesawat karena Takut Dibunuh usai KTT NATO di Turki
Viral Video Trump Pingsan...
Viral Video Trump Pingsan dan Terduduk Lemas saat Mau Masuk Limusin
Trump Ungkap Iran Sedang...
Trump Ungkap Iran Sedang Bernegosiasi dengan AS, Peringatkan Teheran Tak Boleh Punya Senjata Nuklir
Iran Desak Warga di...
Iran Desak Warga di Negara-negara Teluk Jaga Jarak 500 Meter dari Akomodasi Rahasia Pasukan AS
Dituding Dukung Militer...
Dituding Dukung Militer AS, Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain
Pengamat Hubungan Internasional:...
Pengamat Hubungan Internasional: Indonesia Perlu Cermati Dinamika Jelang Pilpres AS 2028
Iran Tolak Usulan Gencatan...
Iran Tolak Usulan Gencatan Senjata AS yang Disampaikan PM Irak
Perang Berpotensi Meluas,...
Perang Berpotensi Meluas, Inggris Siap-Siap Hadapi Serangan Iran
Rekomendasi
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Beli Samsung Galaxy...
Beli Samsung Galaxy Foldable 8 Lebih Hemat! Nikmati Promo Spesial Kartu Kredit BRI
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Berita Terkini
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Pasukan Khusus AS Siapkan...
Pasukan Khusus AS Siapkan Operasi Perebutan Bom Nuklir Iran, Ini 7 Strateginya
Setelah Ribuan Gen Z...
Setelah Ribuan Gen Z Berdemo selama Berminggu-minggu, Menteri Pendidikan India Mundur
Viral di Media Sosial,...
Viral di Media Sosial, Jet Tempur AS Diduga Jatuh di Iran pada Serangan ke-13
Siapa Yu Deng dan Hong...
Siapa Yu Deng dan Hong Wang? Matematikawan China yang Memecahkan Masalah Paling Sulit di Dunia
Selama 30 Tahun, Kakek...
Selama 30 Tahun, Kakek di Singapura Ini Perkosa 11 Gadis, Termasuk Anak, Cucu, hingga Keponakan
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved