Tegang dengan AS, Putin dan Erdogan Saling Puji

Kamis, 30 September 2021 - 09:02 WIB
loading...
Tegang dengan AS, Putin...
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) bertemu Presiden Rusia Vladimir Putin di Sochi, Rabu (29/9/2021). Foto/Sputnik/Vladimir Smirnov/Pool via REUTERS
A A A
SOCHI - Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saling memuji selama dan setelah pertemuan tiga jam. Keduanya semakin "mesra" di saat negara mereka bersitegang dengan Amerika Serikat (AS).

Putin memuji pertemuan dengan Erdogan “bermanfaat” dan “produktif”. Mereka bertemu untuk membahas konflik Suriah.

Baca juga: Jenderal Tertinggi Pentagon: AS Kalah dalam Perang 20 Tahun di Afghanistan

Itu adalah pembicaraan tatap muka pertama mereka dalam 18 bulan terakhir.

Pemimpin Rusia itu menjamu Erdogan di kediamannya di resor Sochi di kawasan Laut Hitam setelah dua minggu mengasingkan diri menyusul wabah virus corona di antara para pembantunya.

Keduanya, yang tidak berbicara kepada wartawan setelah pembicaraan itu, diperkirakan membahas krisis di Suriah barat laut di mana pasukan rezim Suriah dan Rusia telah meningkatkan serangan udara dalam beberapa pekan terakhir.

Pada hari Selasa, Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar mengatakan Ankara berharap pembicaraan akan menghasilkan kembalinya situasi damai sesuai dengan kesepakatan kedua pihak.

Dalam pertemuan pasca-negosiasi yang hangat, yang mencakup diskusi tentang tingkat antibodi virus corona mereka, Putin berterima kasih kepada Erdogan. "Kunjungan ini berguna dan informatif," katanya.

"Kami akan menghubungi (Anda)," ujarnya.

Menulis di Twitter, Erdogan memuji pembicaraan itu “produktif”.

Baca juga: Penerjemah Cantik Ini Dicap Alat Putin untuk Bikin Trump Lengah

Rusia dan Turki secara historis memiliki hubungan yang kompleks, menyeimbangkan persaingan regional dengan menemukan kesamaan dalam kepentingan ekonomi dan strategis.

Dalam beberapa tahun terakhir, kedua kekuatan tersebut telah bentrok khususnya di Suriah, di mana Moskow dan Ankara mendukung kubu yang berseberangan dalam perang saudara.

Di Suriah, mereka tahun lalu mensponsori kesepakatan gencatan senjata di wilayah barat laut Idlib, rumah bagi kubu jihadis dan pemberontak besar terakhir di barat laut Suriah.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris mengatakan setidaknya 11 milisi dari kelompok pemberontak pro-Turki telah tewas hari Minggu dalam serangan udara Rusia di luar kota Afrin di Suriah utara.

Pemantau perang itu mengatakan serangan Rusia seperti itu jarang terjadi di wilayah Suriah tersebut, yang telah dikendalikan oleh Turki dan sekutu pemberontak Suriah-nya selama tiga tahun.

Sebelumnya pada hari itu, Erdogan mengatakan kepada Putin bahwa dia yakin ada manfaat besar dalam “Turki dan Rusia menjaga hubungan yang lebih kuat setiap hari”.

“Langkah-langkah yang kami ambil dengan Rusia terkait dengan Suriah sangat penting,” kata Erdogan. “Perdamaian di sana tergantung pada hubungan Turki-Rusia.”

Kedua negara juga berada di pihak yang berbeda dalam konflik tahun lalu antara Armenia dan Azerbaijan di wilayah Nagorno-Karabakh yang memisahkan diri.

“Negosiasi terkadang sulit—tetapi dengan hasil akhir yang positif,” kata Putin kepada Erdogan.

Putin menambahkan bahwa mereka telah belajar untuk menemukan kompromi yang menguntungkan kedua belah pihak.

Kedua negara telah tumbuh lebih dekat dalam beberapa tahun terakhir berkat ketegangan antara Moskow dan Barat dan hubungan Ankara yang semakin rampuh dengan AS—sekutunya di keanggotaan NATO.

Pada 2019, Turki menyetujui pembelian multi-miliar dollar sistem pertahanan udara S-400 buatan Rusia yang menyebabkan AS menjatuhkan sanksi kepada Ankara tahun lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Jerman Gagal Rebut Kursi...
Jerman Gagal Rebut Kursi DK PBB untuk Pertama Kalinya
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
Buntut Dugaan Kerja...
Buntut Dugaan Kerja Paksa, Indonesia Terancam Digetok Tarif Baru dari AS
Iran Akan Gelar Acara...
Iran Akan Gelar Acara Pemakaman untuk Mendiang Pemimpin Tertinggi Khamenei di 3 Kota
Iran Serang Bandara...
Iran Serang Bandara Internasional Kuwait Sebabkan Korban, Penerbangan Dihentikan
Rekomendasi
Dilarang Sering Gendong...
Dilarang Sering Gendong Baby Soleil, Alyssa Daguise Bantah Mitos Bayi Bau Tangan
Rupiah Jebol Tembus...
Rupiah Jebol Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pelemahan Terburuk Sepanjang Sejarah
Local Pride, Ini 8 Tim...
Local Pride, Ini 8 Tim Piala Dunia 2026 yang Pakai Skuad Full Kelahiran Negaranya Sendiri
Berita Terkini
AS Hendak Kerahkan Senjata...
AS Hendak Kerahkan Senjata Nuklir ke Lebih Banyak Negara NATO, Bisa Bikin Rusia Murka
6 Jet Tempur Canggih...
6 Jet Tempur Canggih yang Bakal Panaskan Langit ASEAN: F-35 Singapura hingga Rafale Indonesia
Bos NATO: Ukraina Menang...
Bos NATO: Ukraina Menang Perang, Rusia Semakin Putus Asa!
Trump Akui Mendamprat...
Trump Akui Mendamprat Netanyahu dengan Makian Kasar: 'Saya Sedikit Terganggu...'
Meski AS-Iran Musuh...
Meski AS-Iran Musuh Bebuyutan, Trump Ingin Bertemu Mojtaba Khamenei
Kim Jong-un Janji Tingkatkan...
Kim Jong-un Janji Tingkatkan Bom Nuklir Secara Eksponensial, Sebut Musuh Korut Sangat Ganas
Infografis
10 Atlet Dengan Bayaran...
10 Atlet Dengan Bayaran Tertinggi 2026: Messi Dikalahkan Petinju Canelo Alvarez
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved