Ngeri! Hasil Studi Sebut Minum Darah Segar Bikin Awet Muda
Selasa, 28 September 2021 - 16:22 WIB
loading...
A
A
A
Analisis Profesor Partridge tentang formulir data adalah bagian dari gelombang studi dan uji coba yang didukung oleh salah satu pendiri PayPal Peter Thiel di perusahaan rintisan San Francisco bernama Ambrosia.
Percobaan melihat orang dewasa yang lebih tua disuntik dengan darah muda - sesuatu yang akan menelan biaya sekitar USD8.000 atau sekitar Rp 114 juta jika diluncurkan ke publik.
Studi Profesor Partridge menunjukkan bahwa tikus yang lebih tua tidak mengembangkan penyakit terkait usia setelah diberi darah muda.
Baca juga: Cerita Nazi: Saat Hitler Mengirim Para Ilmuwan ke Himalaya Mencari Asal Ras Arya
Tikus-tikus itu juga mempertahankan fungsi kognitif yang tajam, sementara tikus-tikus yang lebih muda yang diberi darah yang lebih tua mendapatkan efek sebaliknya dan menjadi sakit.
"Aksesibilitas praktis dari mikrobioma manusia dan sistem darah membuat manipulasi terapeutik menjadi pendekatan yang sangat menarik, tetapi penelitian pada hewan diperlukan untuk menetapkan konsekuensi jangka panjang dan kemungkinan efek samping," kata studi tersebut.
"Darah adalah yang paling praktis diakses dan oleh karena itu jaringan yang paling umum diselidiki, tetapi jauh lebih jarang digunakan dalam penelitian pada hewan," penelitian itu melanjutkan.
Percobaan melihat orang dewasa yang lebih tua disuntik dengan darah muda - sesuatu yang akan menelan biaya sekitar USD8.000 atau sekitar Rp 114 juta jika diluncurkan ke publik.
Studi Profesor Partridge menunjukkan bahwa tikus yang lebih tua tidak mengembangkan penyakit terkait usia setelah diberi darah muda.
Baca juga: Cerita Nazi: Saat Hitler Mengirim Para Ilmuwan ke Himalaya Mencari Asal Ras Arya
Tikus-tikus itu juga mempertahankan fungsi kognitif yang tajam, sementara tikus-tikus yang lebih muda yang diberi darah yang lebih tua mendapatkan efek sebaliknya dan menjadi sakit.
"Aksesibilitas praktis dari mikrobioma manusia dan sistem darah membuat manipulasi terapeutik menjadi pendekatan yang sangat menarik, tetapi penelitian pada hewan diperlukan untuk menetapkan konsekuensi jangka panjang dan kemungkinan efek samping," kata studi tersebut.
"Darah adalah yang paling praktis diakses dan oleh karena itu jaringan yang paling umum diselidiki, tetapi jauh lebih jarang digunakan dalam penelitian pada hewan," penelitian itu melanjutkan.
Lihat Juga :