Rezim Kim Jong-un Tembakkan Rudal Misterius saat Dubes Korut Pidato di PBB

Selasa, 28 September 2021 - 07:31 WIB
loading...
A A A
Dalam pidatonya, diplomat Korut itu berulang kali mengutuk apa yang dia sebut sebagai “kebijakan bermusuhan” AS dan negara-negara sekutunya terhadap Pyongyang, termasuk penempatan ribuan tentara Amerika di Korea Selatan.

“Kebijakan bermusuhan AS terhadap DPRK menemukan ekspresinya yang paling jelas dalam ancaman militernya terhadap kami,” katanya, menggunakan akronim untuk nama resmi negaranya, Republik Rakyat Demokratik Korea.

"Tidak ada satu pun pasukan asing, tidak ada satu pun pangkalan militer asing yang ada di wilayah DPRK. Namun, di Korea Selatan, hampir 30.000 tentara AS ditempatkan di berbagai pangkalan militer, mempertahankan postur perang untuk mengambil tindakan militer terhadap DPRK setiap saat," paparnya.

Sementara Kim Song mencatat bahwa Korea Utara tidak pernah melakukan satu pun latihan militer di dekat wilayah AS, Washington telah secara teratur menggelar “demonstrasi militer yang bersifat mengintimidasi” di semenanjung Korea dan di perairan Korea bersama dengan pemerintah di Seoul selama beberapa dekade terakhir.

Baca juga: Mengenal Vanuatu, Negara Kecil yang Selalu Usik Indonesia soal Papua Barat

Diplomat itu juga menyatakan bahwa sementara banyak negara anggota PBB percaya bahwa antagonisme dengan Amerika Serikat semata-mata berasal dari kepemilikan senjata nuklir Korea Utara, ia berpendapat bahwa bukan itu masalahnya, karena kebijakan permusuhan dimulai jauh sebelum Pyongyang mengembangkan senjata nuklirnya sendiri.

“Sejak hari pertama berdirinya DPRK, AS tidak mengakui kedaulatan kami, memperlakukan kami sebagai negara musuh dan secara terbuka menunjukkan permusuhannya terhadap sistem sosialis yang dipilih oleh rakyat kami,” kata Kim.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
Siapa Charles Q. Brown...
Siapa Charles Q. Brown Jr? Jenderal AS yang Dipecat Trump Kritik Pemanfaatan Militer untuk Misi Politik
Trump Sebut Iran Ingin...
Trump Sebut Iran Ingin Selesaikan Masalah, AS Beri Waktu untuk Pemakaman Khamenei
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Diplomat AS Ingin Ubah...
Diplomat AS Ingin Ubah Taiwan Jadi Sarang Lebah Drone
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Kalahkan Australia di...
Kalahkan Australia di Piala Dunia, Pelatih Mesir: Ini untuk Rakyat Palestina!
Rekomendasi
Pramono Minta Penambahan...
Pramono Minta Penambahan 1.000 Siswa Sekolah Rakyat untuk Anak Broken Home hingga Pengamen
TikTok PHK Massal Karyawan...
TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Minta Satgas Mitigasi PHK Turun Tangan
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Berita Terkini
Deretan Delegasi Asing...
Deretan Delegasi Asing yang Hadiri Pemakaman Khamenei, Salah Satunya Musuh Bebuyutan Iran
Jenderal Paling Ditakuti...
Jenderal Paling Ditakuti Israel dan AS Ini Muncul dari Persembunyian saat Pemakaman Khamenei
Nada Kemenangan Rusia...
Nada Kemenangan Rusia Berubah Drastis ketika Ukraina Terapkan Taktik Asimetris
Gelombang Panas Ganggu...
Gelombang Panas Ganggu Perayaan Kemerdekaan AS ke-250
10 Juta Rakyat Iran...
10 Juta Rakyat Iran Hadiri Pemakaman Khamenei, Bendera Merah Dikibarkan
Houthi Ancam Saudi,...
Houthi Ancam Saudi, Riyadh Janji Beri Respons Keras!
Infografis
Kim Jong-un Janji Perbanyak...
Kim Jong-un Janji Perbanyak Bom Nuklir saat Trump Ingin Lucuti Senjata Korut
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved