Pakar Sebut Politisasi Asal Muasal Covid-19 Rusak Upaya Global Lawan Pandemi
Kamis, 23 September 2021 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
“Laporan yang cenderung memberikan kesetaraan untuk semua berbagai teori dalam pandangan saya sangat tidak adil dan akan dikenang sebagai sesuatu yang negatif," ujar Gupta, seperti dilansir Xinua, Rabu (22/9).
Baca: lmuwan China Pastikan Umat Manusia Akan Berdampingan dengan Covid-19 Selamanya
Dengan melakukan ini, ujarnya, AS berusaha mempertahankan dua narasi, yakni bahwa China tidak transparan tentang asal-usul virus dan tidak cukup cepat untuk menangani, dan memberi tahu komunitas global tentang virus tersebut.
"Seluruh tujuannya adalah untuk menghitamkan China pada Covid-19 dalam beberapa cara. Dan, begitulah yang telah dimainkan di media AS dengan para pemimpin politik AS, memberikan oksigen pada argumen ini, dan mempertimbangkan kekuatan media Barat yang akan fakta melayang di atas kita dalam beberapa cara, bentuk atau bentuk, bahkan di bawah garis," katanya.
"Mereka akan mencoba untuk menempelkan itu dalam gambar kami, di kepala kami. Dan, itu sendiri merupakan tantangan bagi China untuk berurusan dengan mempertimbangkan kekuatan media Barat," tutur Gupta.
Baca: lmuwan China Pastikan Umat Manusia Akan Berdampingan dengan Covid-19 Selamanya
Dengan melakukan ini, ujarnya, AS berusaha mempertahankan dua narasi, yakni bahwa China tidak transparan tentang asal-usul virus dan tidak cukup cepat untuk menangani, dan memberi tahu komunitas global tentang virus tersebut.
"Seluruh tujuannya adalah untuk menghitamkan China pada Covid-19 dalam beberapa cara. Dan, begitulah yang telah dimainkan di media AS dengan para pemimpin politik AS, memberikan oksigen pada argumen ini, dan mempertimbangkan kekuatan media Barat yang akan fakta melayang di atas kita dalam beberapa cara, bentuk atau bentuk, bahkan di bawah garis," katanya.
"Mereka akan mencoba untuk menempelkan itu dalam gambar kami, di kepala kami. Dan, itu sendiri merupakan tantangan bagi China untuk berurusan dengan mempertimbangkan kekuatan media Barat," tutur Gupta.
Lihat Juga :