Jokowi Singgung Politisasi dan Diskriminasi Vaksin di Sidang Umum PBB

Kamis, 23 September 2021 - 07:16 WIB
loading...
Jokowi Singgung Politisasi...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) berpidato dalam Sidang Umum Ke-76 PBB secara virtual. Foto/Tangkapan layar
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak semua negara untuk bekerja sama mengatasi pandemi COVID-19 . Ia berharap percepatan dalam penanganannya dapat dilakukan secara merata di seluruh negara.

Hal itu diungkapkannya saat berpidato dalam Sidang Umum Ke-76 PBB .

"Mengingat perkembangan global saat ini, ada banyak hal yang perlu kita lakukan bersama. pertama, kita harus membawa harapan bahwa kita bisa mengatasi pandemi COVID-19 dengan cerdas, adil dan merata. Kita tahu bahwa tidak ada yang aman sampai semua orang aman," ujarnya dalam tayangan YouTube Kementerian Luar Negeri, Kamis (23/9/2021).

Dalam kesempatan itu, Jokowi menyoroti masalah diskriminasi dan politisasi vaksin COVID-19. Menurutnya hal ini membuat kapasitas dan kecepatan setiap negara dalam menangani pandemi jadi berbeda-beda.

Baca juga: Presiden Jokowi Akan Berpidato di Sidang Majelis Umum PBB ke-76

"Kapasitas dan kecepatan antar negara dalam menangangi COVID-19 termasuk dalam vaksinasi sangat berbeda. Politisasi dan diskriminasi terhadap vaksin masih terjadi. Kita harus menyelesaikan masalah ini dengan langkah-langkah konkret," serunya.

Dikatakan oleh Jokowi bahwa saat ini masyarakat internasional mengarahkan pandangannya ke Sidang Umum PBB untuk mendapatkan jawaban kapan pandemi ini berakhir.

"Masyarakat dunia melihat ke arah Majelis Umum PBB untuk memberikan jawaban atas keprihatinan global utama. Kapan masyarakat akan bebas dari pandemi? kapan ekonomi akan pulih dan tumbuh secara inklusif? bagaimana mempertahankan planet ini untuk generasi mendatang? dan kapan dunia akan bebas dari konflik, terorisme, dan perang?," ujarnya.

Menurut Jokowi arsitektur keamanan kesehatan global harus ditata ulang. Diperlukan sebuah mekanisme baru untuk penggalangan sumber daya kesehatan global, baik pendanaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta tenaga kesehatan agar terwujudnya pemerataan kesehatan.

Baca juga: Jokowi: Percepatan Vaksinasi dan Penerapan Prokes Kunci Pengendalian Covid-19

"Di masa depan, kita harus menata ulang arsitektur keamanan kesehatan global. Mekanisme baru diperlukan untuk memobilisasi sumber daya kesehatan global, yang meliputi pembiayaan, vaksin, obat-obatan, peralatan medis, serta petugas kesehatan di seluruh dunia, secara cepat dan adil," ujarnya.

"Diperlukan standarisasi protokol kesehatan global dalam hal aktivitas lintas batas negara, misalnya prihal kriteria vaksin, hasil tes, dan kondisi medis lainnya," imbuhnya.

Jokowi juga mengatakan bahwa pemulihan ekonomi global bisa terwujud jika pandemi terkendali dan antar negara bekerja sama dan saling membantu untuk pemulihan ekonomi.

"Indonesia, bersama dengan negara berkembang lainnya, membuka pintu seluas-luasnya untuk investasi yang berkualitas, yaitu yang membuka banyak kesempatan kerja, transfer teknologi, peningkatan sumber daya manusia, dan berkelanjutan," pungkasnya.

Baca juga: Malam Ini, Jokowi Hadiri Covid-19 Summit yang Digelar Presiden AS Joe Biden
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bagaimana Industri Farmasi...
Bagaimana Industri Farmasi Besar AS Raup Untung dari Pandemi dengan Perlakukan Warga Seperti Kelinci Percobaan?
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Deretan Pemimpin Dunia...
Deretan Pemimpin Dunia dengan Skandal Ijazah Palsu, Putin Pun Kena
Hamas: Senjata Perlawanan...
Hamas: Senjata Perlawanan Terkait Pembentukan Negara Palestina
Ada Billboard Bergambar...
Ada Billboard Bergambar Presiden Prabowo di Tel Aviv, Dicatut Israel?
Jokowi Respons Penangguhan...
Jokowi Respons Penangguhan Penahanan Roy Suryo dan Tifa: Itu Kewenangan Kejaksaan
AS Rilis 14 Poin Perjanjian...
AS Rilis 14 Poin Perjanjian yang Disepakati dengan Iran untuk Akhiri Perang
Survei: Semakin Banyak...
Survei: Semakin Banyak Warga Israel Tak Suka kepada Netanyahu gegara Perang Iran
Rekomendasi
Guru MI di Karawang...
Guru MI di Karawang Dilatih Kuasai E-LKPD Berbasis STEM
Persaingan Pasar Game...
Persaingan Pasar Game Valorant, Intip Strategi Ekspansi Tokovalorant
Polisi Tangkap Taufik...
Polisi Tangkap Taufik Hidayat Penganiaya Pacar di Bandung lewat Transaksi Belanja
Berita Terkini
Oman dan Iran Bentuk...
Oman dan Iran Bentuk Kelompok Kerja Bersama untuk Bahas Pengelolaan Selat Hormuz
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Putin: Negara-negara...
Putin: Negara-negara Barat Secara Terbuka Mengatakan Mereka Bersiap Perangi Rusia
PM Pakistan: AS dan...
PM Pakistan: AS dan Iran akan Bahas Program Rudal Balistik dan Isu Nuklir dalam 60 Hari ke Depan
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Infografis
Daftar Pemain dan Jadwal...
Daftar Pemain dan Jadwal Timnas Indonesia U-17 di Piala Dunia U-17
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved