Biden Tertidur Saat Bertemu PM Inggris di Gedung Putih, Wartawan Langsung Disuruh Pergi

Kamis, 23 September 2021 - 00:15 WIB
loading...
Biden Tertidur Saat...
Presiden AS Joe Biden tertidur saat PM Inggris Boris Johnson sedang bicara di Ruang Oval, Gedung Putih, Washington. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden menjamu Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson di Gedung Putih tak lama setelah pertemuan Majelis Umum PBB.

Pada pertemuan di Ruang Oval Gedung Putih, mereka menekankan bagaimana kemitraan Inggris-AS "tak tertandingi dalam skala dan keteguhannya."

Keduanya juga membahas pakta pertahanan AUKUS, perjalanan bebas warga Inggris yang sudah divaksinasi ke AS, perubahan iklim, dan pendidikan anak perempuan.

Baca juga: Tolak Perang, Biden Berjanji Akan Memulai Diplomasi Tanpa Henti

Namun staf Gedung Putih tiba-tiba menginterupsi pertemuan antara perdana menteri Inggris dan presiden AS di Ruang Oval dengan meneriaki Boris Johnson ketika mereka mencoba mengeluarkan para wartawan dari ruangan.

Baca juga: AS Hapus Bantuan Militer untuk Israel

Ketika Johnson mencoba menyelesaikan perkataannya, dengan mengulangi kata "Itu dia…" beberapa kali, staf Gedung Putih mulai mengeluarkan para jurnalis yang berkumpul di Ruang Oval.

Baca juga: Jet Tempur F-16 Cegat Pesawat Cessna di Atas NYC Saat Sidang Umum PBB

Para staf Gedung Putih dengan gigih dan agak keras berterima kasih kepada para wartawan atas pekerjaan mereka.

Johnson menjadi sedikit bingung (siapa yang tidak akan?) dengan keributan yang sedang terjadi di sekitarnya, tetapi dengan ketabahan khas Inggris, dia menerima cara percakapan dengan Biden itu berakhir tiba-tiba.

Biden tampaknya mengabaikan keributan yang terjadi dan desas-desus sejumlah wartawan saat dia dengan tenang melihat sekeliling ruangan selama beberapa saat.

Rekaman itu pun menjadi viral di media sosial, dengan para pengguna dengan sinis menyarankan pertemuan itu harus dihentikan karena fakta bahwa presiden AS "tertidur lagi."

Terlepas dari semua keributan itu, Johnson tampak senang dengan pertemuan itu, dan memperkuat pujiannya atas persahabatan dengan Amerika Serikat dengan foto bahagia bersama Biden.

Menurut wartawan yang hadir pada pertemuan tersebut, Biden ditanya tentang krisis yang sedang berlangsung di perbatasan selatan AS, dan jawabannya terus menerus diinterupsi oleh staf yang meminta semua orang meninggalkan ruangan.

Presiden tampaknya berkomentar, "Kekerasan tidak dibenarkan," tetapi sisa pernyataannya tidak dapat dipahami, menurut The Daily Mail.

Setelah mereka diusir dari Ruang Oval, wartawan yang frustrasi mengajukan keluhan resmi kepada Sekretaris Pers Gedung Putih Jen Psaki.

Namun, satu-satunya reaksinya adalah pernyataan singkat bahwa "presiden menerima pertanyaan beberapa kali sepekan."
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Trump Mendadak Batal...
Trump Mendadak Batal Bombardir Iran Besar-besaran, Israel Terkejut
Trump Murka, AS akan...
Trump Murka, AS akan Serang Iran dengan Sangat Keras Malam Ini
Piala Dunia 2026: Saat...
Piala Dunia 2026: Saat Sepak Bola Jadi Mesin Uang FIFA
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Partai Perindo NTT Gandeng...
Partai Perindo NTT Gandeng GMIT, Dorong SNI agar UMKM Naik Kelas
Berita Terkini
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Infografis
Inggris Saat Ini Menghadapi...
Inggris Saat Ini Menghadapi Ancaman 800 Rudal Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved