Petugas CIA Menderita Gejala Sindrom Havana dalam Perjalanan ke India
Rabu, 22 September 2021 - 05:30 WIB
loading...
A
A
A
Panel Akademi Ilmu Pengetahuan Nasional AS mengatakan dalam laporan tahun lalu bahwa teori yang paling masuk akal adalah bahwa sindrom Havana disebabkan "energi frekuensi radio yang terarah dan berdenyut."
Pada Juli, Burn bersikeras bahwa sindrom Havana adalah "nyata" dan "serius" saat dia mengumumkan penyelidikan 100 hari lagi terhadap penyakit itu.
Penyelidikan dipimpin perwira senior yang sama yang pernah memimpin perburuan Pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden.
Kepala CIA mengklaim ada "kemungkinan yang sangat kuat" bahwa sindrom itu adalah hasil dari tindakan yang disengaja.
Dia menambahkan hanya ada daftar terbatas "tersangka potensial" yang mampu melakukan kegiatan semacam itu dalam skala global.
Awal bulan ini, panel ilmuwan Kuba, yang juga menyelidiki peristiwa tahun 2016, mengatakan “tidak ada bukti ilmiah tentang serangan” terhadap para diplomat AS di Havana.
Penjelasan "non-sains" dari fenomena yang disebarluaskan media hanya membingungkan publik dan "merugikan pejabat AS, yang mempercayai mereka."
Pada Juli, Burn bersikeras bahwa sindrom Havana adalah "nyata" dan "serius" saat dia mengumumkan penyelidikan 100 hari lagi terhadap penyakit itu.
Penyelidikan dipimpin perwira senior yang sama yang pernah memimpin perburuan Pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden.
Kepala CIA mengklaim ada "kemungkinan yang sangat kuat" bahwa sindrom itu adalah hasil dari tindakan yang disengaja.
Dia menambahkan hanya ada daftar terbatas "tersangka potensial" yang mampu melakukan kegiatan semacam itu dalam skala global.
Awal bulan ini, panel ilmuwan Kuba, yang juga menyelidiki peristiwa tahun 2016, mengatakan “tidak ada bukti ilmiah tentang serangan” terhadap para diplomat AS di Havana.
Penjelasan "non-sains" dari fenomena yang disebarluaskan media hanya membingungkan publik dan "merugikan pejabat AS, yang mempercayai mereka."
(sya)
Lihat Juga :