Korban Meninggal Akibat COVID-19 di AS Lampaui Pandemi Flu Spanyol
Selasa, 21 September 2021 - 16:38 WIB
loading...
A
A
A
"Kantong besar masyarakat Amerika - dan, lebih buruk lagi, para pemimpin mereka - telah membuang ini (kesempatan untuk memvaksinasi yang memenuhi syarat)," ujar sejarawan medis Howard Markel dari University of Michigan kepada Associated Press yang dikutip Independent, Selasa (21/9/2021).
Pandemi 1918, yang dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah manusia, menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia. Ini terjadi pada saat populasi dunia hanya seperempat dari jumlah hari ini. Korban global dari pandemi COVID-19 sendiri telah mencapai lebih dari 4,6 juta saat ini.
AS, yang memiliki lebih sedikit orang saat itu, memiliki tingkat kematian yang lebih besar dari pandemi influenza.
Masalah yang diperparah adalah kenyataan bahwa tidak ada vaksin yang tersedia pada saat itu, dengan intervensi non-farmasi seperti karantina dan isolasi digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
Baca juga: Gelombang Kedua Vaksin Pfizer dari AS Tiba di Indonesia
Pandemi tahun 1918 sering diberi label flu Spanyol karena di sinilah penyakit itu pertama kali dilaporkan, tetapi bukan asalnya.
Penyakit ini menyebar selama Perang Dunia Pertama dan menyebabkan kematian yang tinggi di kalangan orang muda dewasa. Kurangnya vaksin hanya memperburuk keadaan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Pandemi 1918, yang dianggap sebagai salah satu yang terburuk dalam sejarah manusia, menewaskan 50 juta orang di seluruh dunia. Ini terjadi pada saat populasi dunia hanya seperempat dari jumlah hari ini. Korban global dari pandemi COVID-19 sendiri telah mencapai lebih dari 4,6 juta saat ini.
AS, yang memiliki lebih sedikit orang saat itu, memiliki tingkat kematian yang lebih besar dari pandemi influenza.
Masalah yang diperparah adalah kenyataan bahwa tidak ada vaksin yang tersedia pada saat itu, dengan intervensi non-farmasi seperti karantina dan isolasi digunakan untuk mengendalikan penyebaran penyakit.
Baca juga: Gelombang Kedua Vaksin Pfizer dari AS Tiba di Indonesia
Pandemi tahun 1918 sering diberi label flu Spanyol karena di sinilah penyakit itu pertama kali dilaporkan, tetapi bukan asalnya.
Penyakit ini menyebar selama Perang Dunia Pertama dan menyebabkan kematian yang tinggi di kalangan orang muda dewasa. Kurangnya vaksin hanya memperburuk keadaan, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC).
Lihat Juga :