Beijing Peringatkan Washington: Konflik Akan Menyakiti AS-China

loading...
Beijing Peringatkan Washington: Konflik Akan Menyakiti AS-China
Seorang pejabat pemerintah China memperingatkan bahwa kedua negara akan sama-sama kalah jika berkonfrontasi. Foto/Ilustrasi
BEIJING - Seorang pejabat pemerintah China mengatakan ia tidak mengetahui secara spesifik seputar panggilan telepon rahasia Jenderal Amerika Serikat (AS) Mark Miley ke Beijing. Meskipun begitu, ia memperingatkan bahwa kedua negara akan sama-sama kalah jika berkonfrontasi.

Sebelumnya The Washington Post melaporkan Kepala Staf Gabungan AS Mark Milley dua kali menelepon Jenderal Tentara Pembebasan China Li Zuocheng. Ia melakukan itu tanpa sepengetahuan presiden AS kala itu Donald Trump.

Menurut The Washington Post Milley menelepon pertama kali pada Oktober 2020 dan kedua pada Januari 2021. Ia melakukan hal itu untuk meyakinkan para pemimpin militer China bahwa AS tidak akan melancarkan serangan, terlepas dari sikap keras Trump di bulan-bulan terakhir masa kepresidenannya.

Laporan itu berdasarkan sebuah buku baru yang dijadwalkan akan dirilis pada bulan September ini.



Baca juga: Terungkap, Jenderal AS Telepon China karena Khawatir Trump Umumkan Perang

Ditanya tentang percakapan rahasia itu, juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian mengatakan bahwa dia tidak mengetahui situasinya secara spesifik.

"Apa yang dapat saya katakan kepada Anda adalah bahwa sebagai anggota tetap Dewan Keamanan PBB dan dua ekonomi terbesar dunia, China dan Amerika Serikat sama-sama memperoleh keuntungan dari kerja sama dan kalah dari konfrontasi," katanya seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (17/9/2021).

Washington dan Beijing telah terkunci dalam persaingan geopolitik yang serius sejak pemerintahan Trump, dengan pejabat senior China menggambarkan hubungan bilateral keduanya yang terburuk sejak hubungan diplomatik formal didirikan pada 1979.

Tetapi sebelum laporan minggu ini — berdasarkan isi Peril, sebuah buku baru oleh Bob Woodward dan Robert Costa — tidak pernah jelas bahwa salah satu atau kedua belah pihak menganggap konflik bersenjata yang sebenarnya, yang dipicu secara sengaja atau tidak sengaja, sebagai kemungkinan yang realistis.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top