Barat Tuding Taliban Rekrut Mata-mata Siber China untuk Intai Warga Afghanistan
Rabu, 15 September 2021 - 00:08 WIB
loading...
A
A
A
“Ini telah lama mengendalikan komunikasi warga dan menjadi mahir dalam memantau telepon, internet, semua bentuk komunikasi," katanya, seperti dikutip The Mirror, Selasa (14/9/2021).
“Ini kemungkinan akan memberi kekuatan dan kendali besar kepada Taliban atas seluruh negeri karena media sosial bisa menjadi pendukung bagi mereka yang ingin memberontak. Ini juga memberi orang-orang yang mereka buru, seperti mantan pejabat dan personelkeamanan, sedikit pilihan dalam cara mereka berkomunikasi dengan jaringan lain," imbuh sumber tersebut.
Para pemimpin Taliban khawatir kelompok-kelompok seperti Front Perlawanan Nasional Afghanistan dan aktivis hak-hak perempuan akan mendapatkan dukungan massa dan mereka telah melarang protes. Pekan lalu, dua wartawan dipukuli oleh Taliban karena melaporkan demo.
Baca juga: Hidup 41 Tahun di Hutan Vietnam, Tarzan di Kehidupan Nyata Meninggal
Sumber itu mengatakan kepada The Mirror: “Taliban dapat mengerahkan kekuatan besar atas penduduknya jika China memasang sistem pengawasan seperti yang ada di negaranya sendiri."
“Ini kemungkinan akan memberi kekuatan dan kendali besar kepada Taliban atas seluruh negeri karena media sosial bisa menjadi pendukung bagi mereka yang ingin memberontak. Ini juga memberi orang-orang yang mereka buru, seperti mantan pejabat dan personelkeamanan, sedikit pilihan dalam cara mereka berkomunikasi dengan jaringan lain," imbuh sumber tersebut.
Para pemimpin Taliban khawatir kelompok-kelompok seperti Front Perlawanan Nasional Afghanistan dan aktivis hak-hak perempuan akan mendapatkan dukungan massa dan mereka telah melarang protes. Pekan lalu, dua wartawan dipukuli oleh Taliban karena melaporkan demo.
Baca juga: Hidup 41 Tahun di Hutan Vietnam, Tarzan di Kehidupan Nyata Meninggal
Sumber itu mengatakan kepada The Mirror: “Taliban dapat mengerahkan kekuatan besar atas penduduknya jika China memasang sistem pengawasan seperti yang ada di negaranya sendiri."
Lihat Juga :