Dilecehkan Secara Seksual Bertahun-tahun, Wanita Ini Bakar Ayahnya Hidup-hidup
Rabu, 15 September 2021 - 00:02 WIB
loading...
A
A
A
Diduga bahwa Veiga, yang tinggal di Amazonas, Manaus—empat jam penerbangan dari Sao Paulo—secara teratur terbang untuk mengunjunginya setelah membuat rencananya.
Pada 9 Juli, kata polisi, tersangka diduga mengundang ayahnya untuk mendaki dan di sepanjang rute dilaporkan mengikatnya ke pohon dan membakarnya hidup-hidup.
Namun, polisi mengatakan tubuh Omar tidak menunjukkan tanda-tanda diserang dan penyelidik sedang menyelidiki apakah dia benar-benar diikat dan dibakar hidup-hidup.
Rogerio da Silva Leite, seorang sukarelawan dari panti rehabilitasi tersebut, mengatakan bahwa dia menjadi curiga ketika pasangan ayah dan anak itu gagal pulang dan akhirny pergi mencari mereka. Saat itulah dia melihat asap dan api di kejauhan, kemudian menemukan tubuh Omar yang hangus.
"Gadis-gadis memercikkan air ke tubuh mereka dan kami menyebar melalui hutan untuk melihat apakah kami bisa menemukannya [tersangka], tapi tidak ada," kata Leite.
Seorang pekerja di rumah Omar, Cristiano Ruiz, mengatakan Veiga memeluk ayahnya ketika dia tiba hari itu "seperti anak perempuan yang mencintai ayahnya".
"[Omar] sangat tertutup, dia tidak berkomentar apa pun tentang masa lalu. Dia sangat pendiam, tetapi dia memperhatikan putrinya, dia bahagia," katanya.
Pada 9 Juli, kata polisi, tersangka diduga mengundang ayahnya untuk mendaki dan di sepanjang rute dilaporkan mengikatnya ke pohon dan membakarnya hidup-hidup.
Namun, polisi mengatakan tubuh Omar tidak menunjukkan tanda-tanda diserang dan penyelidik sedang menyelidiki apakah dia benar-benar diikat dan dibakar hidup-hidup.
Rogerio da Silva Leite, seorang sukarelawan dari panti rehabilitasi tersebut, mengatakan bahwa dia menjadi curiga ketika pasangan ayah dan anak itu gagal pulang dan akhirny pergi mencari mereka. Saat itulah dia melihat asap dan api di kejauhan, kemudian menemukan tubuh Omar yang hangus.
"Gadis-gadis memercikkan air ke tubuh mereka dan kami menyebar melalui hutan untuk melihat apakah kami bisa menemukannya [tersangka], tapi tidak ada," kata Leite.
Seorang pekerja di rumah Omar, Cristiano Ruiz, mengatakan Veiga memeluk ayahnya ketika dia tiba hari itu "seperti anak perempuan yang mencintai ayahnya".
"[Omar] sangat tertutup, dia tidak berkomentar apa pun tentang masa lalu. Dia sangat pendiam, tetapi dia memperhatikan putrinya, dia bahagia," katanya.
Lihat Juga :