Kisah Pilot Jet Tempur AS Batalkan Misi Bunuh Diri Lawan Serangan 9/11

Senin, 13 September 2021 - 15:33 WIB
loading...
A A A
"Ketika Anda melihat kembali timeline, [penumpang Penerbangan 93] menabrakkan pesawat mereka hampir setengah jam sebelum kami mengudara. Saya tidak menganggap diri saya beruntung karena apa yang mereka lakukan adalah sesuatu yang seharusnya tidak pernah mereka lakukan. Naik Penerbangan 93 hari itu, mereka hanya melakukan perjalanan bisnis atau pulang dari liburan...Mereka tidak mengangkat tangan kanan mereka dan bersumpah untuk melindungi dan membela seperti yang saya lakukan. Saya merasa sepertinya misi kami adalah kegagalan karena banyak alasan."

Penney mengatakan dia tidak memiliki kesempatan untuk merenungkan apa yang mungkin terjadi. "Segera pindah ke patroli udara tempur 24/7, terbang dari tengah malam hingga pukul 04.00 pagi selama hampir satu tahun," katanya. Kemudian, dia pergi ke pelatihan untuk operasi tempur di Irak, di mana dia melayani dua tur.

Dia mengatakan bayangannya tidak datang sampai hampir satu dekade kemudian ketika upacara peringatan menghormati responden pertama serangan 9/11, dan ceritanya keluar.

"Saat itulah saya mulai berpikir tentang apa yang saya saksikan hari itu dan arti dari pengorbanan para responden pertama dan kepahlawanan yang mereka semua tunjukkan," katanya.

Di New York City, 412 pekerja darurat yang menanggapi korban tewas dalam serangan di Menara Kembar WTC. Lebih banyak yang selamat, tapi menderita serangkaian kondisi medis, termasuk kanker dan penyakit pernapasan yang terkait dengan serangan itu.

Penney berharap bahwa sekarang, 20 tahun setelah serangan 9/11, bangsa AS dapat bersatu dengan cara yang sama seperti dulu.

"Kita harus membuat komitmen untuk stabilitas. Kita harus membuat komitmen untuk terlibat dalam dialog semacam itu dan mengingat bahwa ada hal-hal yang menghubungkan kita...Apa artinya menjadi orang Amerika jauh lebih dari perbedaan yang kita [miliki] di antara kita,” katanya.

"Kita perlu berkomitmen kembali untuk memahami sebelum menilai...bahwa hubungan itu lebih penting daripada perbedaan kita, dan untuk mengatasi atau melewati ketakutan kita dan ke dalam kemampuan untuk melayani. Bergerak melampaui diri kita sendiri."
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Iran Kecam Perlakuan...
Iran Kecam Perlakuan Buruk AS di Piala Dunia: Tim yang Paling Ditindas
Iran dan Oman Tegaskan...
Iran dan Oman Tegaskan Komitmen Navigasi Maritim Aman melalui Selat Hormuz setelah Kesepakatan dengan AS
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Suami Divonis 4 Tahun...
Suami Divonis 4 Tahun Penjara karena Paksa Istri Berhubungan Seks dengan 120 Pria
Restoran Pizza Hut Dijual...
Restoran Pizza Hut Dijual Rp47,8 Triliun, Ini Pemilik Barunya
Rekomendasi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Rencana Aksi Lagi di...
Rencana Aksi Lagi di Bundaran HI, Ketua BEM UI Ingin Dobrak Kemacetan Mobilitas Sosial
Ronaldo Mandul, Portugal...
Ronaldo Mandul, Portugal Ditahan Imbang RD Kongo di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Berita Terkini
4 Alasan Iran Mampu...
4 Alasan Iran Mampu Memberikan Pukulan Telak ke Amerika Serikat dan Israel
Mengapa Kekejaman Israel...
Mengapa Kekejaman Israel di Lebanon Bisa Picu Pembalasan dari Iran?
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
IRGC Seharusnya Jadi...
IRGC Seharusnya Jadi Teladan bagi Negara Muslim di Seluruh Dunia
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Pasokan Senjata Rapuh,...
Pasokan Senjata Rapuh, Presiden Trump Dorong Produksi Massal
Infografis
Ayesha Farooq, Pilot...
Ayesha Farooq, Pilot Jet Tempur Perempuan Pakistan yang Jadi Pahlawan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved