AS Peringati 20 Tahun Serangan 9/11 dengan 'Kado Pahit' Kemenangan Taliban

Sabtu, 11 September 2021 - 10:48 WIB
loading...
AS Peringati 20 Tahun...
Menara Kembar World Trade Center, New York, Amerika Serikat, saat diserang pesawat United Airlines yang dibajak kelompok teroris 11 September 2001. Foto/REUTERS/Sean Adair
A A A
WASHINGTON - Amerika Serikat (AS) akan menandai peringatan 20 tahun serangan teroris 11 September 2001 atau 9/11 pada Sabtu (11/9/2021) waktu setempat dengan upacara khidmat. Momen kepedihan ini masih ditambah dengan "kado pahit" dari Afghanistan, di mana tentara Amerika hengkang dan Taliban menang perang di negara itu dengan mudah.

Peringatan serangan 11 September 2001 yang menyayat hati akan terungkap di masing-masing dari tiga lokasi di mana 19 pembajak pesawat dari kelompok al-Qaeda—kebanyakan dari Arab Saudi—menabrakkan pesawat yang penuh sesak, menyerang jantung budaya, keuangan dan politik Amerika Serikat dan mengubah dunia selamanya.

Baca juga: 20 Tahun Serangan 9/11 AS, Korban Selamat: 'Saya Terbakar Hidup-hidup'

Dalam sebuah video yang di-posting pada malam peringatan itu, Presiden Joe Biden mendesak orang-orang Amerika untuk menunjukkan persatuan. "Kekuatan terbesar kita," katanya.

Di Ground Zero New York, di mana dua kolam air sekarang berdiri di bekas Menara Kembar WTC, kerabat akan membacakan nama-nama dari hampir 3.000 orang yang tewas, dalam layanan empat jam mulai pukul 08.30 waktu setempat.

Monica Iken-Murphy, yang kehilangan suaminya yang berusia 37 tahun Michael Iken di WTC, mengatakan ini akan menjadi hari jadi yang "meningkat" bagi banyak orang Amerika.

"Saya merasa seperti itu baru saja terjadi," katanya kepada AFP.

Untuk sementara, pendiri al-Qaeda Osama bin Laden telah diburu dan dibunuh tim Navy SEAL AS dalam operasi di Pakistan. Sebuah gedung pencakar langit baru yang menjulang tinggi telah muncul di atas Manhattan, menggantikan Menara Kembar WTC. Dan kurang dari dua minggu yang lalu, tentara AS terakhir terbang dari bandara Kabul, mengakhiri apa yang disebut "perang selamanya".

Bahkan cerita lengkap tentang bagaimana serangan itu terjadi masih dirahasiakan. Baru minggu lalu Biden memerintahkan pelepasan dokumen rahasia dari penyelidikan FBI selama enam bulan ke depan.

Di Ground Zero, 2.753 orang, dari berbagai negara, tewas dalam ledakan awal, melompat ke kematian mereka, atau menghilang begitu saja di "neraka" menara yang runtuh.

Baca juga: Taliban Eksekusi Kakak Eks Wapres Afghanistan, Ingin Jasadnya Membusuk

Di Shanksville, Pennsylvania, gelombang ketiga pembajak pesawat menabrak sebuah lapangan setelah penumpang melawan, menyebabkan peswat United 93 jatuh sebelum mencapai target yang diinginkan—kemungkinan gedung Capitol AS di Washington.

Dalam video pidatonya Jumat malam, Biden mendesak orang Amerika untuk bersatu ketika mereka merenungkan tragedi itu.

Presiden telah merencanakan hari ini menjadi hari yang sangat penting dalam kepresidenannya yang berusia hampir delapan bulan.

Bagi kerabat korban, peringatan serangan 9/11, seperti biasa, adalah tentang menjaga ingatan orang yang mereka cintai tetap hidup.

"Orang yang tidak hidup tidak memiliki perasaan yang sama dengan mereka yang masih hidup. Tapi Amerika tidak pernah melupakan Pearl Harbor dan Amerika tidak akan pernah melupakan 9/11," kata Biden.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Marahnya Warga Israel...
Marahnya Warga Israel atas Kesepakatan AS-Iran: Kami Dikhianati Trump, Ini Kesalahan Besar
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz, Militer AS Waspada
Iran Tutup Lagi Selat...
Iran Tutup Lagi Selat Hormuz karena Israel Serang Lebanon
FIFA Gencar Berantas...
FIFA Gencar Berantas Ujaran Kebencian di Piala Dunia 2026
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Harga Minyak Dunia Naik,...
Harga Minyak Dunia Naik, Aktivitas Pelayaran di Selat Hormuz Belum Pulih
Rekomendasi
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Pemerintah Paksa Daerah...
Pemerintah Paksa Daerah Hentikan Open Dumping Sampah dengan Skema Stick and Carrot
Berita Terkini
Meski IRGC Tutup Selat...
Meski IRGC Tutup Selat Hormuz, Perundingan Damai AS dan Iran Digelar di Swiss
Wabah Flu Serang Pangkalan...
Wabah Flu Serang Pangkalan AS, 159 Tentara Jatuh Sakit
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Pilot Australia Terbangkan...
Pilot Australia Terbangkan 2 Buronan Paling Dicari ke Indonesia via Penerbangan Gelap
Israel Bunuh Jurnalis...
Israel Bunuh Jurnalis Al Jazeera dalam Serangan Udara di Gaza, Menuduhnya Milisi Hamas
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Infografis
20 PTN dengan Peminat...
20 PTN dengan Peminat Terbanyak di SNBP 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved