Protes Pemerintahan Hanya Diisi Pria, Taliban Pukuli Wanita dengan Cambuk

Jum'at, 10 September 2021 - 00:01 WIB
loading...
A A A
Siapa pun yang menentang kebijakan itu akan dipukuli dan kadang-kadang bahkan dibunuh.

“Situasi ini diperkirakan menjadi lebih suram karena Taliban terus memaksakan kendali mereka pada warga Afghanistan,” papar Rabia Latif Khan, aktivis dengan gelar PhD tentang kesadaran etnis Hazara dari School of Oriental and African Studies (SOAS) di London mengatakan kepada Al Arabiya Inggris.

“Mereka yang tidak membenarkan interpretasi sesat dari Taliban tentang Syariah menghadapi ancaman kekerasan yang nyata,” ujar dia.

“Membungkam perbedaan pendapat adalah kemungkinan nyata serta membatasi hak-hak dasar dan kebebasan,” papar Khan.

“Pembalasan dengan kekerasan terhadap mereka yang telah vokal mengkritik gerakan (akan) pasti terjadi. Penting untuk diingat bahwa Taliban tidak mengesampingkan rajam dan eksekusi para penjahat,” ungkap dia kepada Al Arabiya English.

“Siapa yang dianggap sebagai penjahat adalah kebijaksanaan Taliban, yang berarti siapa pun yang telah kritis terhadap gerakan tersebut, atau ideologi mereka menghadapi ancaman penganiayaan yang sangat nyata,” tutur dia.

Setidaknya lima wartawan yang meliput protes Kabul ditahan Taliban dan dipukuli secara brutal, menurut laporan media setempat.

Wartawan dari Etilaatroz, surat kabar harian di Kabul, ditangkap dan disiksa anggota Taliban, seperti terungkap dalam video dan gambar yang beredar di Twitter.

Duta Besar Qadiry membagikan video pada Rabu tentang dua pria yang membantu rekan kerja mereka yang terluka parah berjalan setelah Taliban menahannya karena meliput berita demonstrasi tersebut.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Jelang Penandatanganan...
Jelang Penandatanganan di Jenewa, AS Rahasiakan Nota Kesepahaman Iran dari Israel
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
HUT ke-499 DKI, Parade...
HUT ke-499 DKI, Parade Mobil Hias hingga Tarian Khas Jakarta Meriahkan Jakfestival di Ancol
13 Kiai Berkumpul di...
13 Kiai Berkumpul di Ponpes Al Falah Ploso, Serukan Muktamar NU Digelar di Pesantren
Tembus Pasar Global,...
Tembus Pasar Global, Brand Lokal Queensi Sukses Cetak Rekor 1 Juta Penjualan
Berita Terkini
Israel Melakukan Segala...
Israel Melakukan Segala Cara untuk Menggagalkan Perundingan AS dan Iran
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Ini 3 Kemewahan Jet...
Ini 3 Kemewahan Jet Mewah Qatar untuk Armada Air Force One Donald Trump
Protes Serangan Mematikan...
Protes Serangan Mematikan Israel di Lebanon, Iran Tutup Selat Hormuz
Swiss: Perundingan AS...
Swiss: Perundingan AS dan Iran Berlanjut di Burgenstock
Warga Moskow Sudah Merasakan...
Warga Moskow Sudah Merasakan Perang Ukraina di Depan Halaman Rumah
Infografis
Ini Batas Normal Kadar...
Ini Batas Normal Kadar Asam Urat pada Pria dan Wanita
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved