Kesal Dituduh, Arab Saudi Dukung AS Rilis Dokumen Rahasia 9/11

Kamis, 09 September 2021 - 09:08 WIB
loading...
Kesal Dituduh, Arab...
Menara kembar World Trade Center, New York, Amerika Serikat, saat diserang pesawat United Airlines yang dibajak kelompok teroris 11 September 2001. Foto/REUTERS/Sean Adair
A A A
WASHINGTON - Arab Saudi mendukung pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk merilis dokumen rahasia yang terkait penyelidikan serangan 11 September 2001 atau serangan 9/11 . Riyadh sudah kesal terus menerus dituduh terlibat serangan tersebut.

Keluarga korban serangan teroris—yang AS sebut dilakukan oleh kelompok al-Qaeda—telah berulang kali meminta beberapa pemerintahan Amerika untuk merilis dokumen rahasia tersebut. Banyak dari mereka menuduh bahwa dokumen-dokumen ini berisi bukti yang menunjukkan Arab Saudi terlibat dalam serangan itu, meskipun Riyadh menyangkalnya.

Baca juga: Taliban Umumkan Kabinet Afghanistan, PM-nya Dicap Teroris oleh PBB

Kedutaan Besar Saudi di Washington telah menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi sepenuhnya mendukung deklasifikasi dokumen yang terkait dengan penyelidikan serangan 9/11 bersamaan dengan peringatan 20 tahun tragedi itu.

Kedutaan mengatakan bahwa Riyadh dengan demikian menegaskan kembali dukungan lama untuk membuat dokumen investigasi publik dengan harapan menjernihkan "tuduhan tak berdasar" tentang keterlibatan kerajaan dalam serangan itu.

Pernyataan itu menekankan bahwa tuduhan terhadap Riyadh terlibat dalam serangan 9/11 adalah "sangat salah" dan menambahkan bahwa Arab Saudi tetap menjadi "mitra kontraterorisme penting" bagi AS.

“Arab Saudi tahu betul kejahatan yang al-Qaeda wakili melalui ideologi dan tindakannya. Di samping AS, kami telah menjadi target utama al-Qaeda, bahkan sebelum serangan 11 September. Dan di samping AS, Kerajaan tidak melakukan upaya apa pun dalam menangani pria, uang, dan pola pikir terorisme dan ekstremisme dalam segala bentuknya," kata kedutaan Saudi dalam sebuah pernyataan.

Kedutaan menggarisbawahi dalam pernyataannya bahwa deklasifikasi dokumen sebelumnya telah menunjukkan bahwa Arab Saudi tidak tahu tentang serangan yang akan datang pada tahun 2001 atau memfasilitasi para penyerang dengan cara apa pun.

Riyadh juga menekankan catatan perjuangannya melawan pendanaan terorisme dan kampanye suksesnya melawan ideologi ekstremis di dalam negeri dan online.

Baca juga: Rusia Kerahkan Jet-jet Tempur Su-30 ke Belarusia

Publikasi pernyataan itu datang di ambang peringatan 20 tahun serangan 9/11. Banyak kerabat korban telah menuntut perilisan dokumen rahasia dari beberapa penyelidikan serangan 9/11, mengklaim bahwa dokumen tersebut berisi bukti keterlibatan Riyadh dalam kekejaman tersebut. Namun, tuntutan telah ditolak secara sistematis oleh beberapa pemerintahan AS.

Biden adalah presiden terbaru yang melakukannya, memicu seruan agar dia melewatkan kunjungan ke situs World Trade Center (WTC) pada peringatan serangan.

Dia, bagaimanapun, sebagian mengabulkan tuntutan keluarga korban, memerintahkan pada 3 September untuk merilis semua dokumen terkait, kecuali yang disegel untuk "alasan terkuat".

Namun, banyak dokumen 9/11 telah disimpan diklasifikasikan dengan dalih yang sama di masa lalu.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Trump: AS Tidak akan...
Trump: AS Tidak akan Bayar Iran Rp5 Triliun, Itu Berita Palsu
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Larangan Perangkat Lunak...
Larangan Perangkat Lunak AS Bikin Susah Banyak Produsen Mobil
Iran-AS Capai Kesepakatan...
Iran-AS Capai Kesepakatan Damai, Israel Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Penampakan Pesawat Pengebom...
Penampakan Pesawat Pengebom B-52 AS Jatuh dan Meledak, Hancur Tak Berbekas
Rekomendasi
Argentina vs Aljazair:...
Argentina vs Aljazair: Messi dan Misi Pertahankan Takhta Piala Dunia
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
ART asal Indonesia Dianiaya...
ART asal Indonesia Dianiaya di Malaysia, DPR Minta Kemlu Lobi agar Pelaku Dihukum Berat
Berita Terkini
Trump Ungkap Selat Hormuz...
Trump Ungkap Selat Hormuz akan Dibuka Kembali Sepenuhnya pada Hari Jumat Secara Permanen
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved