Penerjemah yang Bantu Selamatkan Biden pada 2008, Tertinggal di Afghanistan

Rabu, 01 September 2021 - 06:01 WIB
loading...
Penerjemah yang Bantu...
Saat itu Senator Joe Biden, John Kerry dan Chuck Hagel di Provinsi Kunar di Afghanistan timur, 20 Februari 2008. Foto/John Silson/US Department of State
A A A
KABUL - Penerjemah asal Afghanistan Mohammed membantu menyelamatkan Senator Joe Biden dan dua senator lainnya yang terdampar di satu lembah di Afghanistan pada 2008.

“Kini penerjemah itu terdampar di Afghanistan memohon diselamatkan,” ungkap laporan Wall Street Journal.

“Halo Pak Presiden: Selamatkan saya dan keluarga saya. Jangan lupakan saya di sini,” ujar Mohammed, dilansir Wall Street Journal (WSJ).

Baca juga: Video Viral, Taliban Berseragam Pasukan AS Kuasai Bandara Kabul

Pasukan dan pejabat AS terakhir meninggalkan Afghanistan pada Senin, ketika Taliban merayakan kekuasaannya tanpa kehadiran Amerika Serikat.

Baca juga: Pertempuran Pecah di Lembah Panjshir, 8 Pasukan Taliban Meregang Nyawa

Mohammed bersama banyak warga Afghanistan yang dulu bekerja untuk negara asing di Afghanistan, takut akan pembalasan Taliban.

Baca juga: Hengkang dari Afghanistan, Media China: AS Tidak Sekuat yang Dikira

Setelah Taliban menguasai Afghanistan pada 15 Agustus, mereka mengungkapkan banyak janji untuk merehabilitasi citra mereka.

Taliban menjanjikan amnesti kepada pegawai pemerintah dan tentara serta berjanji melindungi hak-hak perempuan.

Aktivis dan jurnalis lokal, bagaimanapun, mengatakan kenyataan di lapangan sangat berbeda. Banyak laporan tentang penggeledahan rumah dan penangkapan orang-orang yang menurut janji Taliban tidak akan mereka balas.

Mohammed tidak menggunakan nama lengkapnya. Dia adalah penerjemah berusia 36 tahun untuk tentara AS pada 2008, ketika dua helikopter Black Hawk tentara AS melakukan pendaratan darurat di Afghanistan selama badai salju yang menyilaukan.

Helikopter itu membawa Senator Joe Biden, Senator Partai Demokrat John Kerry dan Senator Partai Republik Chuck Hagel.

“Sebagai tim keamanan swasta dengan mantan perusahaan Blackwater dan tentara AS memantau setiap pejuang Taliban di dekatnya, kru mengirimkan panggilan darurat untuk bantuan. Di Lapangan Udara Bagram. Mohammed melompat ke dalam Humvee dengan Pasukan Reaksi Cepat dari Divisi Lintas Udara ke-82 dan berkendara berjam-jam ke pegunungan terdekat untuk menyelamatkan mereka,” ungkap laporan WSJ.

Aplikasi visa Mohammed macet setelah kontraktor pertahanan tempat dia bekerja kehilangan catatan yang dia butuhkan untuk aplikasinya.

“Penerjemah Afghanistan itu mencoba bergabung dengan ribuan orang yang mengerumuni bandara Kabul dalam upaya naik ke salah satu penerbangan evakuasi ke luar negeri, tetapi dia ditolak oleh pasukan AS,” ungkap laporan WSJ.

Dia mengatakan bisa masuk ke pesawat tetapi pasukan AS tidak mengizinkannya membawa istri dan empat anaknya bersamanya.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
2 Negara Muslim Ini...
2 Negara Muslim Ini Saling Serang, Ini 7 Alasan Konflik Itu Tak Mudah Diselesaikan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Darat dan Udara ke Afghanistan, 29 Tentara Taliban Tewas
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
China Uji Coba Rudal...
China Uji Coba Rudal Nuklir dari Kapal Selam, AS hingga Australia Panik
Momen Horor, Pilot Bunuh...
Momen Horor, Pilot Bunuh Diri Loncat dari Pesawat saat Terbang
Rekomendasi
Piala Dunia 2026 Diatur...
Piala Dunia 2026 Diatur untuk Tim Unggulan?
Aturan Baru Outsourcing...
Aturan Baru Outsourcing Masuk Tahap Finalisasi, Said Iqbal: Target Rampung Juli 2026
Kukuhkan Guru dan Karyawan...
Kukuhkan Guru dan Karyawan TK Ketilang, Rektor UIN: Seluruh Tenaga Pendidik Kini Punya Status Jelas
Berita Terkini
AS Serang Lebih dari...
AS Serang Lebih dari 170 Target di Iran dalam 2 Hari, 3 Anggota IRGC Tewas
Delegasi Hamas Kembali...
Delegasi Hamas Kembali ke Kairo, Pembicaraan Fokus Fase Kedua Gencatan Senjata
Khamenei Dimakamkan...
Khamenei Dimakamkan Hari Ini, Dihadiri Lebih dari 2,3 Juta Orang
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Ledakan Terdengar di...
Ledakan Terdengar di Wilayah PLTN Bushehr, Iran Serang Fasilitas AS di Negara-negara Teluk
Peti Jenazah Khamenei...
Peti Jenazah Khamenei Mendarat di Kota Mashhad Menjelang Pemakamannya
Infografis
Rentetan Kasus Korupsi...
Rentetan Kasus Korupsi di Jateng: Tiga Bupati Terjaring KPK pada Awal 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved